detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 10:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 22/09/2012 12:21 WIB

2 Terduga Teroris Solo Berhubungan dengan Jaringan Perekrutan di Poso

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Tim Datasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror menangkap dua terduga teroris di Solo bernama Rudi dan Badri. Kepala Badan Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai, mengatakan kedua terduga teroris tersebut masih berkaitan dengan kasus teroris di Bojong Gede dan Poso.

"Menyangkut jaringan perekrutan di Poso," kata Ansyaad saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (22/9/2012).

Ansyaad juga menyebutkan keduanya berhubungan dengan teroris yang ditangkap di Poso, Naim dan Mujib. Rudi ditangkap dekat Solo Square sekitar pukul 23.24 WIB. Sedangkan Fadri ditangkap di dekat rumahnya pukul 05.30 WIB di Solo.

"Berkaitan Naim dan Mujib yang ditangkap 12 Juli lalu di Poso," ujar Ansyaad.

Ansyaad belum merinci barang bukti hasil penangkapan dua terduga teroris tersebut."Barbuk belum bisa diinfokan, nanti diberi tahu," ujarnya.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(slm/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%