Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 22/09/2012 10:07 WIB

Jokowi-Ahok Menang karena Aktif Libatkan Publik

Ferdinan - detikNews
Jokowi-Ahok Menang karena Aktif Libatkan Publik
Jakarta - Unggulnya pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam hasil hitung cepat Pilgub DKI Jakarta menunjukkan keberhasilan keduanya mengoreksi pola politik yang ada. Pasangan ini berhasil membuktikkan keberhasilan meraih dukungan tidak ditentukan oleh uang atau pencitraan.

"Fonemena Jokowi-Ahok mengoreksi bias-bias praktik berpolitik publik yang selama ini terlalu jauh dari kenyataan. Politik itu tidak harus berporos kepada kekuasan, uang, intrik politik, politik berpusat pada keterlibatan aspirasi publik. Dulu orang bicara 'wani piro' itu yang dikoreksi," kata pakar psikologi politik Hamdi Muluk dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakpus, Sabtu (22/9/2012).

Keberhasilan Jokowi-Basuki juga menunjukkan kekuatan dukungan tidak dapat ditentukan oleh elite partai politik. "Politik bicara sinergi antara elite atas dengan bawah. Ketiga politik harus keaslian, bukan dibungkus bukan pencitraan," sambungnya.

Hamdi menilai Jokowi-Basuki menampilkan permainan politik yang bersahaja. "Koreksi ini dimainkan Jokowi-Ahok, kembali ke akal sehat. Makanya isu SARA nggak laku, black campaign nggak laku," imbuhnya.

Sementara Kalitbang DPP Golkar Indra J Piliang berpendapat kemenangan Jokowi-Basuki terjadi karena masyarakat Jakarta lebih kritis terhadap calon yang ditawarkan.

"Masyarakat Jakarta kritis sehingga ketika diberikan pilihan figur elitis dan populis akan memilih yang populis termasuk humanis," katanya


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%