Jumat, 21/09/2012 17:58 WIB

Ibu Hamil 4 Bulan & Anaknya Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusukan

Mansur Hidayat - detikNews
Foto: mansur hidayat/detikcom
Garut - Warga Kampung Cisalak, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat, gempar. Seorang ibu hamil 4 bulan, Ainum (24) dan anaknya, Akmal (4), ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Jum'at (21/9/2012), sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres Garut AKBP Enjang Hasan Kurnia menyatakan, kedua korban menderita luka di leher dan luka tusukan senjata tajam di bagian dada di tempat yang berbeda. Pada saat ditemukan, korban Ainum berada di dapur dan Akmal di ruangan tengah.

"Kita belum bisa menyimpulkan apakah korban pembunuhan atau bukan, hanya kedua korban mengalami luka yang sangat mengenaskan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/9/2012) sore.

Dari lokasi kejadian, petugas berhasil menemukan sebilah gorok dan gunting yang masih berlumuran darah serta lakban yang diduga digunakan pelaku untuk menyumpal mulut kedua korban.

Menurut Enjang, tidak ada kerusakan pintu atau jendela rumah serta tidak ada barang-barang milik korban yang hilang, diduga pelaku masuk rumah korban melalui genting.

"Tunggu saja, nanti petugas kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu," pungkasnya.

Pada saat ditemukan, rumah korban dalam kondisi terkunci. Dengan bantuan warga sekitar, salah satu kerabat korban, Neti Herawati (35), mendobrak pintu rumah tersebut. Mereka kaget karena darah berceceran di dalam rumah dan kedua korban sudah tidak bernyawa.

"Sejak malam tadi, kami tak mendengar ada kegaduhan di rumah korban," kata Neti.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%