Detik.com News
Detik.com
Jumat, 21/09/2012 14:21 WIB

Tahapan Pilgub DKI Belum Usai, Keamanan Harus Dipertahankan

Luhur Hertanto - detikNews
Tahapan Pilgub DKI Belum Usai, Keamanan Harus Dipertahankan KaBIN Marciano Norman
Jakarta - Suasana aman dan tertib, diharapkan bukan hanya pada hari-H putaran dua Pilgub DKI Jakarta. Proses rekapitulasi yang sedang berlangsung hingga penetapan hasil akhir perolehan suara dua pasangan kontestan oleh KPU DKI Jakarta juga diharapkan aman dan tertib.

"Ingat bahwa penghitungan suara resmi sedang dilakukan, harapan saya masyarakat mengikuti dan menerima hasilnya dengan baik," kata Kepala BIN, Marciano Norman, melalui telepon, Jumat (21/9/2012).

Sebelumnya dia menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Jakarta dan tim pemenangan dua pasangan calon atas suasana aman selama pemungutan suara dan penghitungan cepat hasil sementaranya. Semangat seperti ini harus dijaga sebagai bagian pemilihan yang jujur, adil, aman dan damai.

Proses penghitungan suara secara manual, saat ini sedang dilaksanakan KPU DKI Jakarta dan akan ditetapkan sebagai hasil yang resmi pada 28 September 2012. Bila dalam penghitungan dan hasilnya yang dianggap bermasalah, hendaknya disampaikan melalui jalur hukum sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

"Bilamana ada hal-hal yang dipandang tidak tepat, sampaikan keberatan melalui jalur hukum. Insya Allah situasi akan tetap terpelihara kondusif," ujar mantan Danpaspampres ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%