Detik.com News
Detik.com

Jumat, 21/09/2012 06:50 WIB

Fenomena Pilgub DKI, Figur Kalahkan Partai

Prins David Saut - detikNews
Fenomena Pilgub DKI, Figur Kalahkan Partai
Jakarta - Meski diusung PDIP dan Partai Gerindra, kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dinilai lebih karena figur. Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang diusung banyak parpol besar dan menengah, justru kalah dalam pemilihan. Hal ini membuktikan faktor figur mendominasi pengaruh partai politik.

"Dalam pilkada di Jakarta itu tokoh mengalahkan partai. Ini juga evaluasi terhadap manajemen partai dan koalisi, jadi tidak serta merta koalisi besar tidak berdampak di tingkat grass root. Jadi sebenarnya kita yang jalan secara struktural," kata Wakil Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, Yudi Widiana Adia pada detikcom, Kamis (20/9/2012).

Yudi menilai pembentukan tokoh mampu menarik suara kaum muda yang mampu dimanfaatkan oleh salah satu pasangan calon gubernur yaitu Jokowi-Ahok. "Suara-suara pemuda ini merupakan suara yang ingin sesuatu yang baru, dan sangat terpengaruh aspek trendi. Dalam pilkada Jakarta, Jokowi pencitraanya sangat berhasil dan program tidak dilihat oleh pemuda ini," ujar Yudi.

Menurut Yudi, akibat dari aspek trendi dan pencitraan membuat aspek program yang diusung pasangan calon tidak terlalu diperhatikan. Yudi menambahkan program yang akan dijalankan oleh pasangan Jokowi-Ahok jika memang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan menjalankan program yang tidak jauh berbeda dengan Foke-Nara.

"Kalau dari sisi program, Foke lebih baik, dan program Jokowi juga sebagian sudah dilaksanakan Foke, tapi pencitraannya berhasil dan ada sisi trendi. Jadi kontes program tidak terlihat secara umum oleh masyarakat. Dalam tahapan implentasi, Jokowi dalam program juga tidak begitu akan keluar dari pakem pak Fauzi, karena tidak mudah membuat program baru," ujar Yudi.

Yudi mengingatkan terkait ekspektasi masyarakat terhadap pasangan yang akan memimpin Jakarta lima tahun ke depan nanti. Termasuk menjalin komunikasi dengan perwakilan rakyat daerah.

"Tapi pola kepemimpinannya yang ingin dilihat masyarakat, apakah outcome dan inputnya lebih bagus. Cuman akan ada tantangannya yaitu komunikasi dengan parlemen," tutup Yudi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
MustRead close