detikcom
Jumat, 21/09/2012 02:12 WIB

Ahok Yakin Jokowi Tak akan Disetir Parpol Jika Jadi Pimpin DKI

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diusung PDI Perjaungan dan Partai Gerindra di pilgub DKI Jakarta. Meski diusung parpol, cawagub DKI Ahok meyakini Jokowi dapat menjalankan tugasnya sebagai gubernur Jakarta tanpa disetir partai.

"Pak Jokowi itu 7 tahun didukung oleh parpol jadi Wali Kota di Solo. Dia buktikan semua agendanya tidak ada yang disetir oleh parpol. Karena itu juga saya mau jadi wakilnya dia. Kalau nggak, ngapain saya mau jadi wakilnya," ujar Ahok dalam jumpa pers di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakpus, Kamis (20/9/2012).

Hari ini, lebih dari 6 juta warga DKI menyalurkan suaranya untuk memilih gubernur DKI Jakarta melalui 15 ribu lebih TPS di seluruh wilayah Jakarta. Dari penghitungan cepat yang digelar sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok mengungguli Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sebagian ada yang disiarkan langsung televisi, sebagian lagi merilisnya di lokasi tertentu.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei pilgub DKI Jakarta:

1. Quick Count LSI-TV One: Jokowi-Ahok 53,68%, Foke-Nara 46,32%.
2. Indo Barometer-Metro TV: Jokowi-Ahok 54,11%, Foke-Nara 45,89%.
3. LSI-SCTV: Jokowi-Ahok: 53,81%, Foke-Nara 46,19%.
4. Kompas: Jokowi-Ahok: 52,97 %, Foke-Nara 47,03%
5. MNC Media-SMRC: Jokowi-Ahok 52,63%, Foke-Nara 47,37%.

(riz/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel