detikcom
Jumat, 21/09/2012 00:37 WIB

Panwaslu Terima 3 Laporan Kecurangan Sepanjang Hari Pencoblosan

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Penyelenggaran pemilihan gubernur DKI Jakarta yang digelar hari ini secara umum berlangsung damai dan tanpa gangguan. Namun demikian, tidak berarti terlepas dari adanya upaya-upaya kecurangan.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengungkapkan pihaknya menerima 3 laporan kasus kecurangan yang terjadi sepanjang hari pencoblosan.

"Sepanjang hari ini berarti sejak dini hari tadi hingga pukul 14.00 WIB siang tadi. Kami menerima 3 laporan kecurangan," ujar Ramdansyah saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (20/9/2012).

Ketiga kasus tersebut saat ini, kata Ramdan, sedang diproses secara hukum. Salah satu kasus yang diproses adalah 3 joki yang mencoblos dengan mengatasnamakan orang lain karena diperintah seseorang dan selebaran gelap berbau SARA yang masih disebarkan sejak semalam.

"Selebaran berbau SARA terjadi di Pasar Baru tadi malam. Pelakunya dari Semarang. Malam ini kita masih maraton memproses kasus ini," jelasnya.

Sebelumnya, panwaslu juga megungkapkan menerima 50 laporan pengaduan melalui SMS. Umumnya laporan pengaduan itu dari warga yang mengadu karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

"Sudah ada 50 SMS (pengaduan), rata-rata masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihannya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata anggota Panwaslu DKI, Jufri.

Laporan pengaduan warga yang tidak bisa memilih karena tidak terdaftar dalam DPT ini, sebelumnya terjadi juga dalam putaran pertama Pilgub DKI. Setidaknya 950 laporan diterima oleh Panwaslu DKI soal warga yang tidak terdaftar dalam DPT.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rmd/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%