Kamis, 20/09/2012 20:17 WIB

Ada Makanan Gratis, Warga Menyemut di 'Rumah Solo' Jokowi

Ahmad Juwari - detikNews
Jakarta - Perayaan syukuran kemenangan Jokowi-Ahok di quick count pilgub DKI Jakarta belum selesai. Setelah merayakan di posko pemenangan, Jokowi juga akan 'berpesta' di rumah bernuansa Solo yang ditempatinya selama di Jakarta.

Pantauan detikcom di rumah singgah Jokowi di Jl Batu Arab No 31 C, Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, ratusan warga sudah menyemut di lokasi sejak pukul 19.00 WIB. Padahal, Jokowi baru akan hadir ke lokasi sekitar pukul 21.00 WIB.

Di rumah milik pengusaha Rio Sarwono itu, masyarakat dari orang dewasa hingga anak-anak berkumpul di halaman. Mereka menonton siaran langsung hitungan quick count di layar lebar berukuran 2x2 meter dari televisi berita.

Sebagian lagi ada yang menikmati hidangan dari pedagang kaki lima yang disediakan di lokasi. Ada gado-gado, soto, baso, mie ayam dan siomay. Semuanya gratis.

Sementara di depan rumah, terpajang dua karangan bunga ucapan selamat dari sejumlah pendukung. Salah satunya berasal dari paguyuban pedagang kecil Johor Baru.




Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%