Detik.com News
Detik.com
Kamis, 20/09/2012 19:33 WIB

PD: Kemenangan Jokowi Warning Bagi Calon Pemimpin Tua

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
PD: Kemenangan Jokowi Warning Bagi Calon Pemimpin Tua
Jakarta - Partai Demokrat (PD) mengucapkan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi) yang telah memenangkan quick count putaran kedua Pilgub DKI. Kemenangan Jokowi dinilai menjadi warning bagi calon pemimpin yang telah berusia senja.

"Ini sinyal bahaya bagi para calon pemimpin yang berusia tua," kata Wasekjen PD, Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Kamis (20/9/2012).

PD awalnya kaget dengan kemenangan Jokowi-Ahok atas Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) di quick count putaran dua Pilgub DKI. Namun akhirnya PD menyadari, masyarakat lebih suka dipimpin anak muda.

"Hasil ini juga mengejutkan kita semua. Nggak nyangka, Jokowi-Ahok menang signifikan. Walaupun mereka calon belia, tapi rakyat suka. Rakyat mau dipimpin anak-anak muda," nilainya.

PD meyakini kemenangan Jokowi-Ahok, bukanlah kemenangan partai pengusungnya yakni PDIP maupun Gerindra.

"Kami ucapkan selamat buat Jokowi-Ahok. Jakarta sudah memilih. Rakyat memenangkan Jokowi-Ahok, bukan parpol," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/vid)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%