Filipina melarang seks internet
Perempuan muda Filipina banyak yang terjerumus ke dalam industri seks internet.
Filipina melarang seks online termasuk obrolan melalui video yang melibatkan perempuan muda dan para pengguna internet.
Larangan seks cyber atau dunia maya ini mencakup yang disebut cam girls atau perempuan video yang melakukan perbuatan seks melalui sambungan kamera langsung dengan para pelanggan.
Industri ini berkembang pesat di sejumlah negara dan para wanita muda -termasuk perempuan di bawah umur- sering terjerumus dalam bisnis ini.
Siapapun yang melanggar larangan akan menghadapi denda 250.000 peso (Rp54 juta) dan penjara maksimal enam bulan.
Undang-undang baru ini merupakan bagian dari Akta Pencegahan Kejahatan Cyber 2012 yang ditandatangani oleh Presiden Benigno Aquino tanggal 15 September lalu.
Batasan seks cyber menurut UU adalah "perbuatan yang disengaja atau operasi secara langsung atau tidak langsung, atau menunjukkan organ seksual atau aktivitas seksual, dengan bantuan sistem komputer."
Pengadilan khusus kejahatan internet
Undang-undang baru Filipina ini mencakup berbagai aktivitas di internet.
Salah seorang penyusun UU, senator Edgardo Angara, mengatakan akta ini diperlukan untuk mendeteksi, menyelidiki, dan meredam kejahatan internet termasuk peretasan, seks dunia mayar, pencurian identitas dan pornografi anak di online.
Biro Nasional Penyelidikan dan kepolisian Filipina akan membentuk unit kejahatan internet untuk menangani kasus yang melibatkan pelanggaran akta.
Pemerintah juga akan membentuk pengadilan khusus untuk kejahatan internet dengan para hakim yang dilatih khusus.
Undang-undang baru ini menetapkan pengadilan daerah memiliki yurisdiksi atas pelanggaran salah satu pasal dalam akta ini termasuk pelanggaran yang dilakukan warga Filipina dan kejahatan itu dilakukan di Filipina.
Sebelumnya Filipina telah mengambil langkah tegas untuk menangani seks di dunia maya.
Pada tahun 2011, dua pria Swedia dipenjara seumur hidup karena menjalankan operasi layanan seks internet di Filipina.
Tiga warga Filipina dihukum 20 tahun penjara karena membantu pria Swedia yang membentuk pembayaran lewat internet untuk menjalankan bisnis itu.
(bbc/bbc)
-
Senin, 20/05/2013 09:30 WIB
Mesir tolak dialog dengan kelompok penculik
-
Senin, 20/05/2013 07:52 WIB
Polisi Irak jadi sasaran serangan militan
-
Minggu, 19/05/2013 22:50 WIB
Suriah menggempur kota pemberontak
-
Minggu, 19/05/2013 20:25 WIB
Gitar John Lennon laku Rp4 miliar
-
Minggu, 19/05/2013 19:17 WIB
Sekjen PBB minta Korea Utara menahan diri
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 14:24 WIB
SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Kompolnas: Aiptu Labora Mengadu Ada Aliran Dana ke Petinggi Polri
-
Senin, 20/05/2013 13:25 WIB
Ini Kisah 6 Mobil Luthfi Hasan yang Belum Terungkap
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Buruh Garmen di Tangerang Diduga Diperkosa Satpam
-
Senin, 20/05/2013 14:15 WIB
Noriyu: 16 RS Mundur, Jokowi Harus Legowo Katakan KJS Belum Siap
-
Senin, 20/05/2013 15:11 WIB
Mengenal Lebih Dekat Letjen Moeldoko, KSAD yang Baru
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
351 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
- Rp 2,841.000
- Rp .000
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
Assad: AS Tidak Benar-benar Menginginkan Solusi Atas Krisis Suriah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

