detikcom
Kamis, 20/09/2012 18:45 WIB

Pelanggaran Pilgub DKI Masih Banyak Ditemukan di Hari H

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Pelanggaran pelaksanaan Pilgub DKI tidak hanya ditemukan pada masa kampanye saja. Pada hari H coblosan putaran kedua ini, hal serupa juga terjadi.

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan adanya sejumlah pelanggaran dari pagi hari hingga saat akhir pelaksanaan Pilkada DKI Kamis (20/9/2012) ini. Seputar isu SARA yang pernah menyeruak pada masa tenang dan masa kampanye, masih terjadi pada hari H.

"Ada beberapa pelanggaran dalam pelaksanaan Pilgub ini. Temuan kami akan kami laporkan ke Panwaslu," ujar koordinator JPPR, Yus Fitriadi, dalam konferensi pers di kantornya, gedung Agenda Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

Terkait isu SARA, lanjut Yus, pihaknya menemukan adanya poster-poster bertuliskan 'pilihlah pemimpin yang seiman' di bilangan Matraman, Jakarta. Berdasarkan temuan JPPR, poster-poster itu dipasang pada dinihari tadi.

Pada saat pelaksanaan pencoblosan, JPPR juga menemukan pelanggaran di salah satu TPS yang ada di Cikini. Di TPS itu tim pemantau JPPR mendapati ada sekelompok orang yang memakai kemeja putih-putih bergerombol dan memberikan arahan kepada para calon pemilih.

Di Tebet, JPPR menemukan adanya beberapa orang yang mengenakan kemeja kotak-kotak membuat kegaduhan di salah satu TPS. DI TPS itu juga terdapat beberapa atribut kampanye dari salah satu calon.

Panitia yang ada di TPS juga menjadi sorotan JPPR. Tak sedikit temuan terkait petugas di TPS (KPPS).

"Ini terdapat di sejumlah tempat, ada daftar pemilih yang tidak dipasang. Ada yang sudah terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT), tapi tidak diundang. Ini semua akan kita laporkan," terang Yus.




Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fjp/nrl)



Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%