detikcom
Kamis, 20/09/2012 16:29 WIB

5-6 Bulan Berjuang di Pilgub DKI, Akhirnya Jokowi Pilek

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Konsentrasi Jokowi selama sekitar setengah tahun terakhir sedikit terpecah. Dia harus mengerjakan tugasnya di Solo dalam kapasitasnya sebagai wali kota, dan harus berjuang di pilgub DKI. Di pencoblosan pilgub DKI putaraan II hari ini pun akhirnya Jokowi pilek.

"Hampir 5-6 bulan kita bekerja, saya juga tidak ada capeknya. Tapi hari ini saya pilek," ujar Jokowi tersenyum sambil mengelap hidungnya dengan tisu. Hal itu disampaikan dia di Pos Pemenangan, Jl Borobudur, Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Ucapan dan gaya Jokowi yang lucu ini disambut tawa riuh ratusan pendukungnya. Jokowi juga curhat dirinya lupa membawa minyak kayu putih.

Sambil menunggu pentepan resmi dari KPUD, Jokowi menyatakan keinginannya untuk berjalan-jalan lagi ke kampung dan gang sempit. Sebab menurutnya ada ribuan undangan dari warga kampung yang ditujukan untuknya dan hingga kini belum dipenuhi.

"Banyak sekali undangan, ribuan. Yang belum dikunjungi akan saya kunjungi," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak. Misalnya saja kepada warga Jakarta, yang mendukung dirinya dan Ahok maupun yang mendukung Foke-Nara. Sebab hari ini warga Jakarta telah melakukan Pilgub yang berjalan tertib, lancar, jujur, aman, adil, dan tidak ada masalah.

"Siapapun baik pendukung Pak Fauzi-Nachrowi dan Jokowi-Basuki, kita semuanya ingin nantinya bergerak bersama-sama, bersatu dalam kebersamaan. Membangun kota Jakarta untuk perubahan Jakarta lebih baik, Jakarta baru yang lebih baik tanpa terkecuali, semuanya harus ikut bersama-sama dan tidak ada yang ditinggalkan," harap Jokowi.

Sejumlah quick count menyebut Jokowi-Ahok unggul atas Foke-Nara. Misalnya Indonesia Network Election Survey (INES) merampungkan hasil quick count atau hitung cepat survei Pilgub DKI. Hasil akhir yang diperoleh Jokowi-Ahok 57,39% & Foke-Nara 42,61%.

Sedangkan quick count yang digelar Kompas, pasangan Jokowi-Ahok unggul dengan 52,97 persen. Sementara pasangan Foke-Nara mendapat 47,03 persen.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%