Kamis, 20/09/2012 11:15 WIB

Prajurit Inggris Tiba-tiba Melahirkan di Kamp Militer Afghanistan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Kabul, - Seorang tentara Inggris tiba-tiba melahirkan di markas militer NATO di Afghanistan. Prajurit wanita ini melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangan Taliban ke Kamp Bastion tersebut, tempat Pangeran Harry dari Inggris bertugas sebagai pilot helikopter Apache.

Setelah melahirkan di Kamp Bastion, Provinsi Helmand pada Selasa (18/9) waktu setempat, kini baik ibu maupun si bayi dalam kondisi stabil. Mereka tengah menunggu datangnya tim medis khusus dari sebuah rumah sakit di Oxford, Inggris untuk merawat mereka lebih lanjut.

"Kami bisa memastikan bahwa pada 18 September lalu, seorang tentara wanita Inggris yang sedang bertugas di Afghanistan melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Militer di Kamp Bastion. Baik ibu maupun bayinya dalam kondisi stabil di rumah sakit dan menerima perawatan medis yang terbaik," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) seperti dilansir Asia One, Kamis (20/9/2012).

Setelah menjalani perawatan medis, tentara wanita ini bersama bayinya akan diterbangkan pulang ke Inggris. Ada tim khusus yang akan mendampinginya dalam penerbangan pulang.

"Tim khusus spesialis kesehatan anak tengah dipersiapkan dan akan diterjunkan dalam beberapa hari ke depan untuk memberikan perawatan medis yang layak bagi ibu dan si bayi dalam perjalanan mereka pulang ke rumah," tutur juru bicara MoD tersebut.

MoD menambahkan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui kehamilan si tentara wanita tersebut. "Bukan kebijakan militer untuk mengizinkan seorang tentara wanita bertugas di medan perang jika mereka dalam kondisi hamil," jelasnya.

Menurut media Inggris, Daily Mail, tentara wanita yang berasal dari Fiji ini juga tidak menyadari dirinya sedang hamil. Dia sebelumnya mendatangi pusat medis di kamp militer tersebut dan mengeluhkan sakit perut parah. Ternyata dokter menyatakan dia tengah hamil dan akan melahirkan. Bayi tersebut lahir prematur lebih cepat 5 minggu dari perkiraan waktu kelahirannya.

Diketahui bahwa sehari sebelum tentara wanita ini melahirkan, militan Taliban melancarkan serangan ke Kamp Bastion. Serangan tersebut menewaskan 2 tentara AS yang tergabung dalam NATO.

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    75%
    Kontra
    25%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close