Detik.com News
Detik.com
Kamis, 20/09/2012 10:15 WIB

Duh! 2 Wanita Diperkosa Saat Wawancara Kerja di Malaysia

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Duh! 2 Wanita Diperkosa Saat Wawancara Kerja di Malaysia Ilustrasi
Kuala Lumpur, - Sungguh malang! Niat hati ingin melamar pekerjaan, namun 2 wanita di Malaysia malah menjadi korban pemerkosaan dan perampokan. Keduanya diperkosa dalam insiden terpisah saat hendak wawancara kerja di sebuah hotel.

Korban pertama masih berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah. Wanita yang tidak disebutkan namanya ini, melamar pekerjaan sebagai SPG melalui internet. Dia diminta datang ke hotel tersebut untuk wawancara kerja pada Sabtu (15/9).

Kepala Kepolisian Distrik Kuala Lumpur, Khairy Arasah mengatakan, lamaran pekerjaan tersebut dikirimkan ke alamat email (sonicact@gmail.com) milik pelaku. Di dalam email balasan yang diterima korban, pelaku menawarkan gaji sebesar 400 ringgit Malaysia (Rp 1,2 juta) per hari. Korban juga diminta untuk menemui seorang pewawancara kerja di sebuah kamar di hotel setempat.

"Ketika korban memasuki kamar hotel, pelaku yang hanya sendirian, malah memperkosa korban dan kemudian merampok seluruh benda milik korban," jelas Khairy Arasah dalam konferensi pers seperti dilansir Asia One, Kamis (20/9/2012).

Khairy menambahkan, insiden serupa juga terjadi pada awal Agustus. Seorang wanita lainnya diperkosa dan dirampok saat menghadiri wawancara kerja gadungan tersebut, namun di hotel yang berbeda.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan, kedua kasus ini memang berkaitan, merujuk pada modus operandi yang sama. Khairy menuturkan, pelaku kedua kasus tersebut bisa jadi merupakan orang yang sama. Terlebih dalam kedua kasus, pelaku sama-sama tidak meninggalkan nama, alamat maupun nomor kontak saat memesan kamar hotel.

Kepolisian setempat telah merilis sebuah foto yang diduga pelaku dalam kasus ini. Khairy pun meminta bantuan masyarakat untuk melapor jika mengenali atau pernah melihat pelaku.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 376 tentang pemerkosaan dan pasal 392 tentang perampokan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%