detikcom
Kamis, 20/09/2012 08:56 WIB

Canda Jokowi di Tengah Ketegangan Pilgub Putaran 2

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Calon Gubernur DKI, Joko Widodo memang dikenal dengan gaya santainya. Tak ada raut wajah tegang meski hari ini penentuan siapa yang akan memenangkan pertarungan merebut posisi Gubernur Jakarta.

Jokowi yang sudah ditunggu belasan wartawan sejak pagi tadi terus mengumbar senyum. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wartawan, dijawab Wali Kota Solo ini dengan ringan.

Jokowi yang tengah bersiap-siap berangkat menuju kediaman Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakpus, bercerita soal sepatu santai yang dipakainya hari ini. Meski tampak sudah kusam, Jokowi mengaku senang memakai sepatu warna coklat tua.

"Pengalamannya (menginjak) berapa kampung. Harganya 300 ribuan di Bandung, ada diskon jadi Rp 160 ribu," cerita Jokowi sambil mengikat tali sepatu di kediaman sahabatnya di Jalan Batu Arab I, Nomor 3 C Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Kamis (20/9/2012).

Jokowi yang duduk santai pun meladeni permintaan wartawan untuk berfoto. Nah, Jokowi langsung mengambil microphone wartawan televisi. Dia balik bergaya bak wartawan yang tengah mewawancarai narasumber

"Tanya gampang-gampang saja, jangan yang susah nanya visi misi," kata Jokowi kepada belasan wartawan di hadapannya.

Jokowi langsung mencontohkan bagaiman wartawan harusnya bertanya. "Kamu mandi pakai apa? Nah yang begini dong pertanyaannya," kata dia disambut gelak tawa wartawan.

Jokowi hari ini akan menemani Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke TPS di Kebagusan, Jaksel. Setelah itu Jokowi dengan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama akan berkumpul di Posko Pemenangan Jalan Borobudur 22, Menteng, Jakpus.

(fdn/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel