Kamis, 20/09/2012 08:12 WIB
Karikatur Nabi: Liga Arab serukan aksi damai
Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elaraby mengecam keras pemuatan karikatur Nabi Muhammad di majalah Prancis Charlie Hebdo.
Tetapi ia mengatakan agar mereka yang merasa tersinggung dengan karikatur itu harus "menggunakan jalan damai untuk menyatakan penolakan tegas atas karikatur itu," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Prancis meningkatkan keamanan di sejumlah kedutaan negara itu menyusul penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah mingguan, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.
Majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong tokoh yang menggunakan surban dan kursi roda.
Karikatur tokoh di kursi roda ini dihiasi dengan tulisan, "Anda tidak boleh mengejek" dengan judul "Tidak Tersentuh 2", untuk mengacu pada film Prancis tentang orang kaya kulit putih dan asistennya yang berkulit hitam.
"Saya telah mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan di semua negara yang diperkirakan akan menimbulkan masalah," kata Fabius, Rabu.
Penerbitan karikatur ini terjadi di tengah merebaknnya unjuk rasa menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhamad di Afrika utara, Asia, Timur Tengah dan Australia.
Di Tunisia, partai Islam berkuasa, Ennahda, mengutuk pemuatan karikatur tersebut dan menyebutnya dengan tindakan "agresi" terhadap Nabi. Namun seperti Nabil Elaraby, ia juga meminta Muslim untuk tidak terjebak dalam perangkap yang bertujuan untuk "menghancurkan semangat kebangkitan Arab dan mengubahnya menjadi konflik dengan Barat."
Para pemuka Muslim di Prancis - yang memiliki penduduk Islam terbesar di Eropa- menyerukan tenang.
Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad, dan dua di antaranya menunjukkan nabi dalam keadaan telanjang.
Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris diserang dengan bom molotov November lalu setelah menerbitkan karikatur nabi.
Pada tahun 2005, karikatur nabi yang diterbitkan di Denmark memicu protes di banyak negara dan menewaskan paling tidak 50 orang.
Sementara itu kementerian luar negeri Prancis mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka dengan mengutip kalimat yang pernah diucapkan Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengatakan "kebebasan berekspresi adalah salah satu prinsip dasar [Prancis]," sebagaimana sekularisme dan saling menghormati kepercayaan beragama.
"Dan inilah alasannya, mengapa, dalam konteks sekarang, perdana menteri ingin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ekses apa pun," kata pernyataan itu.
Namun juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan kekhawatiran atas keputusan pemuatan karikatur itu dan membandingkannya dengan reaksi keras akibat film amatir the Innocence of Muslims pekan lalu.
"Kita tahu bahwa gambar-gambar itu sangat menyinggung bagi banyak orang dan berpotensi memicu kerusuhan," kata dia.
"... Kami tidak mempertanyakan hak publikasi hal semacam ini, kami hanya menanyakan penilaian di belakang keputusan untuk mempublikasikannya."
(bbc/bbc)
Tetapi ia mengatakan agar mereka yang merasa tersinggung dengan karikatur itu harus "menggunakan jalan damai untuk menyatakan penolakan tegas atas karikatur itu," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Prancis meningkatkan keamanan di sejumlah kedutaan negara itu menyusul penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah mingguan, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.
Majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong tokoh yang menggunakan surban dan kursi roda.
Karikatur tokoh di kursi roda ini dihiasi dengan tulisan, "Anda tidak boleh mengejek" dengan judul "Tidak Tersentuh 2", untuk mengacu pada film Prancis tentang orang kaya kulit putih dan asistennya yang berkulit hitam.
"Saya telah mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan di semua negara yang diperkirakan akan menimbulkan masalah," kata Fabius, Rabu.
Penerbitan karikatur ini terjadi di tengah merebaknnya unjuk rasa menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhamad di Afrika utara, Asia, Timur Tengah dan Australia.
Di Tunisia, partai Islam berkuasa, Ennahda, mengutuk pemuatan karikatur tersebut dan menyebutnya dengan tindakan "agresi" terhadap Nabi. Namun seperti Nabil Elaraby, ia juga meminta Muslim untuk tidak terjebak dalam perangkap yang bertujuan untuk "menghancurkan semangat kebangkitan Arab dan mengubahnya menjadi konflik dengan Barat."
Kekhawatiran AS
Di permukiman warga di utara Paris, Sarcelles, satu orang luka ringan setelah dua lelaki bertopeng melempar peledak berdaya rendah melalui jendela sebuah supermarket yang menjual makanan halal. Polisi setempat mengatakan masih terlalu awal jika insiden itu dikaitkan dengan karikatur tersebut.Para pemuka Muslim di Prancis - yang memiliki penduduk Islam terbesar di Eropa- menyerukan tenang.
Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad, dan dua di antaranya menunjukkan nabi dalam keadaan telanjang.
Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris diserang dengan bom molotov November lalu setelah menerbitkan karikatur nabi.
Pada tahun 2005, karikatur nabi yang diterbitkan di Denmark memicu protes di banyak negara dan menewaskan paling tidak 50 orang.
Sementara itu kementerian luar negeri Prancis mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka dengan mengutip kalimat yang pernah diucapkan Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengatakan "kebebasan berekspresi adalah salah satu prinsip dasar [Prancis]," sebagaimana sekularisme dan saling menghormati kepercayaan beragama.
"Dan inilah alasannya, mengapa, dalam konteks sekarang, perdana menteri ingin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ekses apa pun," kata pernyataan itu.
Namun juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan kekhawatiran atas keputusan pemuatan karikatur itu dan membandingkannya dengan reaksi keras akibat film amatir the Innocence of Muslims pekan lalu.
"Kita tahu bahwa gambar-gambar itu sangat menyinggung bagi banyak orang dan berpotensi memicu kerusuhan," kata dia.
"... Kami tidak mempertanyakan hak publikasi hal semacam ini, kami hanya menanyakan penilaian di belakang keputusan untuk mempublikasikannya."
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 18:51 WIB
Isotop Beracun Ditemukan Dalam Air Tanah di Seputar PLTN Fukushima
-
Rabu, 19/06/2013 16:51 WIB
Penundaan perundingan Afghanistan-AS
-
Rabu, 19/06/2013 14:55 WIB
Teater di London Suguhkan Pertunjukan dalam Kegelapan
-
Rabu, 19/06/2013 11:59 WIB
Shah Rukh Khan Diduga Langgar Larangan USG
-
Rabu, 19/06/2013 11:51 WIB
Chrysler akan menarik 2,7 juta Jeep
-
Kamis, 20/06/2013 06:12 WIB
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
-
Kamis, 20/06/2013 05:51 WIB
Ungkap Mafia Narkoba, Identitas Justice Collaborator Harusnya Ditutup
-
Kamis, 20/06/2013 05:06 WIB
Kabut Asap Masih Akan Selimuti Singapura Tiga Hari ke Depan
-
Kamis, 20/06/2013 05:23 WIB
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Isap Ganja
-
Kamis, 20/06/2013 04:03 WIB
Dituduh Maling oleh Mantan Kekasih, WN Australia Dituntut 7 Tahun Bui
-
Kamis, 20/06/2013 03:20 WIB
Polisi Tetapkan 44 Tersangka dan 19 DPO dalam Kasus Perusakan KFC Medan
-
Kamis, 20/06/2013 04:18 WIB
Kantor PBB di Somalia Diserang Bom Bunuh Diri, 16 Orang Tewas
-
Kamis, 20/06/2013 03:48 WIB
Deddy Mizwar Ingin Gulirkan Kredit Untuk Seniman
-
425 Komentar
-
355 Komentar
-
230 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 00:16 WIB
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
-
Rabu, 19/06/2013 23:37 WIB
Peraturan Mobil Murah Berlaku, Jalan Berbayar DKI Berjalan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.
