QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 20/09/2012 08:12 WIB

Karikatur Nabi: Liga Arab serukan aksi damai

BBCIndonesia.com - detikNews
Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elaraby mengecam keras pemuatan karikatur Nabi Muhammad di majalah Prancis Charlie Hebdo.

Tetapi ia mengatakan agar mereka yang merasa tersinggung dengan karikatur itu harus "menggunakan jalan damai untuk menyatakan penolakan tegas atas karikatur itu," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Prancis meningkatkan keamanan di sejumlah kedutaan negara itu menyusul penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah mingguan, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.

Majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks tengah mendorong tokoh yang menggunakan surban dan kursi roda.

Karikatur tokoh di kursi roda ini dihiasi dengan tulisan, "Anda tidak boleh mengejek" dengan judul "Tidak Tersentuh 2", untuk mengacu pada film Prancis tentang orang kaya kulit putih dan asistennya yang berkulit hitam.

"Saya telah mengeluarkan perintah agar penjagaan keamanan khusus dilakukan di semua negara yang diperkirakan akan menimbulkan masalah," kata Fabius, Rabu.

Penerbitan karikatur ini terjadi di tengah merebaknnya unjuk rasa menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhamad di Afrika utara, Asia, Timur Tengah dan Australia.

Di Tunisia, partai Islam berkuasa, Ennahda, mengutuk pemuatan karikatur tersebut dan menyebutnya dengan tindakan "agresi" terhadap Nabi. Namun seperti Nabil Elaraby, ia juga meminta Muslim untuk tidak terjebak dalam perangkap yang bertujuan untuk "menghancurkan semangat kebangkitan Arab dan mengubahnya menjadi konflik dengan Barat."

Kekhawatiran AS

Di permukiman warga di utara Paris, Sarcelles, satu orang luka ringan setelah dua lelaki bertopeng melempar peledak berdaya rendah melalui jendela sebuah supermarket yang menjual makanan halal. Polisi setempat mengatakan masih terlalu awal jika insiden itu dikaitkan dengan karikatur tersebut.

Para pemuka Muslim di Prancis - yang memiliki penduduk Islam terbesar di Eropa- menyerukan tenang.

Majalah Charlie Hebdo menerbitkan empat karikatur Nabi Muhammad, dan dua di antaranya menunjukkan nabi dalam keadaan telanjang.

Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris diserang dengan bom molotov November lalu setelah menerbitkan karikatur nabi.

Pada tahun 2005, karikatur nabi yang diterbitkan di Denmark memicu protes di banyak negara dan menewaskan paling tidak 50 orang.

Sementara itu kementerian luar negeri Prancis mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka dengan mengutip kalimat yang pernah diucapkan Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengatakan "kebebasan berekspresi adalah salah satu prinsip dasar [Prancis]," sebagaimana sekularisme dan saling menghormati kepercayaan beragama.

"Dan inilah alasannya, mengapa, dalam konteks sekarang, perdana menteri ingin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ekses apa pun," kata pernyataan itu.

Namun juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan kekhawatiran atas keputusan pemuatan karikatur itu dan membandingkannya dengan reaksi keras akibat film amatir the Innocence of Muslims pekan lalu.

"Kita tahu bahwa gambar-gambar itu sangat menyinggung bagi banyak orang dan berpotensi memicu kerusuhan," kata dia.

"... Kami tidak mempertanyakan hak publikasi hal semacam ini, kami hanya menanyakan penilaian di belakang keputusan untuk mempublikasikannya."

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%