Rabu, 19/09/2012 22:54 WIB

Prancis akan tutup kedutaan di 20 negara

BBCIndonesia.com - detikNews
Laurent Fabius

Laurent Fabius mengatakan pengamanan di berbagai kepentingan Prancis ditingkatkan.

Prancis menyatakan akan menutup sementara kedutaan, konsulat, pusat kebudayaan dan sekolahnya di sekitar 20 negara pada hari Jumat mendatang (21/09) setelah majalah Prancis menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang dianggap dapat semakin menimbulkan ketegangan setelah sembayang Jumat.

Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai langkah jaga-jaga. Khusus untuk Tunisia, pemerintah Prancis memerintahkan Kedutaan Besar dan sekolah Prancis ditutup mulai hari ini juga (19/09).

Selain Kedutaan Besar Prancis di Tunisia, belum jelas kedutaan-kedutaan lain yang akan ditutup.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan ia khawatir akan 20 karikatur yang diterbitkan di majalah satiris Charlie Hebdo.

Karikatur itu mengolok-olok protes berbau kekerasan baru-baru ini untuk menentang Amerika Serikat yang dipicu oleh film yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan dibuat di Amerika.

Laurent Fabius khawatir penerbitan karikatur ini akan semakin memperluas protes film anti-Islam yang terjadi sejak pekan lalu. Fabius mengatakan langkah pengamanan diterapkan di Konsulat dan Kedutaan Besar Prancis di seluruh dunia.

"Jelas saya telah memberikan instruksi sehingga langkah-langkah pengamanan khusus diambil di semua negara yang berisiko timbul masalah dan bahwa semua warga negara kita harus berhati-hati," kata Menlu Prancis.

Kementerian Luar Negeri juga menerbitkan peringatan perjalanan kepada warga Prancis di negara-negara Muslim untuk "sangat waspada", menghindari kerumunan massa dan menghindari tempat-tempat yang mewakili Barat atau tempat ibadah.

Pembelaan

Kantor Charlie Hebdo

Stephane Charbonnier membela keputusannya menerbitkan kartun nabi.

Peringatan perjalanan tersebut berlaku bagi warga Prancis yang berada antarai lain di Afghanistan, Arab Saudi, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Pakistan, Irak, Libia, dan Yaman.

Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan kebebasan berbicara memang dijamin di Prancis, tetapi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu Stephane Charbonnier, redaktur majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, membela keputusannya untuk menerbitkan kartun-kartun nabi.

"Kalau kita mulai mengatakan bahwa kita tidak bisa menerbitkan kartun-kartun ini karena ada risiko seseorang akan kaget maka kita akan mengurungkan niat membuat kartun lain karena akan ada tekanan terhadao kartun lebih lunak dan seterusnya dan kita akan berhenti membuatnya," tuturnya.

"Kita membuat karikatur berbagai macam orang, setiap minggu, dan ketika kita membuat karikatur Nabi Muhammad atau sesuatu tentang Islam, ini disebut provokatif. Bukan, ini bukan provokasi. Ini tergantung siapa yang berada di baliknya, pembaca," tambah Stephane Charbonnier.

Kantor majalah Charlie Hebdo dilempari bom molotov November tahun lalu setelah menerbitkan kartun serupa.

Islam melarang visualisasi Nabi Muhammad.

(bbc/bbc)

  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%