detikcom
Rabu, 19/09/2012 17:26 WIB

Polisi: Potongan Kaki di Sungai Bukan Korban Mutilasi, tapi Sisa Amputasi

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Potongan kaki yang ditemukan warga sekitar sungai Tabir, Merangin, Jambi, ternyata bukan korban pembunuhan atau mutilasi tapi sisa amputasi. Hingga kini, pemilik kaki masih dirawat di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah menyatakan, berdasarkan hasil penelusuran, pemilik potongan kaki itu adalah Sopian bin Japar (30), warga Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Merangin dan masih dirawat di RSU Bungo.

Bagaimana potongan kaki sisa amputasi itu bisa tersangkut di sungai? Almansyah menjelaskan kronologi secara rinci. Sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (10/9/2012), Sopian menebang kayu untuk membuka ladang. Nahas, kaki kirinya tertimpa kayu hingga remuk. Karena tak bisa ditangani, tim medis mengamputasi kaki lelaki tersebut.

"Potongan kaki itu dibawa ke kampung korban untuk dimakamkan. Tapi karena menurut petunjuk orang pintar jika pemilik kaki masih hidup, maka benda itu tak boleh dikuburkan. Kuburan pun dibongkar lagi lalu dihanyutkan di sungai," papar Almansyah kepada detikcom, Rabu (19/9/2012).

Setelah memastikan pemilik kaki, polisi menguburkan benda tersebut. Sopian dan saksi-saksi pun diperiksa.

Sebelumnya, warga menemukan potongan kaki kiri tersangkut di sungai Tabir, Merangin, Selasa (18/9/2012) dini hari. Mereka sempat geger karena menduga potongan tubuh itu merupakan korban pembunuhan atau mutilasi.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(try/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%