detikcom
Rabu, 19/09/2012 17:13 WIB

Jadi Tersangka Suap, Hartati Salahkan Anak Buahnya

Danu Mahardika - detikNews
Jakarta - Hartati Murdaya ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Bupati Buol Amran Batalipu, terkait penerbitan Hak Guna Usaha kebun kelapa sawit. Hartati malah menyalahkan anak buahnya yang disebutnya telah menggelapkan uang perusahaan untuk dijadikan uang suap.

"Iya dia yang melakukan penggelapan, mengambil uang perusahaan diberikan ke orang luar, uangnya hilang, perusahaan namanya rusak dan saya jadi korban," ujar Hartati ketika ditanya mengenai peran Direktur Hardaya Inti Plantation Totok Lestiyo.

Hal tersebut disampaikan Hartati usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (19/9/2012).

Mantan anggota dewan pembina Partai Demokrat ini mengatakan kasus yang menjeratnya saat ini masih sangat simpang siur. Dia berharap ada kejelasan dari kasusnya suap ini.

"Sekarang masih belum jernih, yang salah jadi keliatan benar, yang benar jadi keliatan salah. Jadi minta doanya aja ya," lanjutnya.

Dalam kasus ini, KPK menjerat pengusaha Hartati Murdaya sebagai tersangka. Selain Hartati, KPK hingga saat ini jug telah menetapkan status tersangka kepada tiga orang lainnya. Ketiga tersangka yaitu Bupati Buol Amran Batalipu, General Manager PT HIP Yani Anshori, dan Direktur Operasional PT HIP Gondo Sudjono.

Adapun Hartati diduga memberikan suap dalam dua tahap yaitu Rp 1 miliar pada 18 Juni 2012. Berikutnya Rp 2 miliar pada 26 Juni 2012. Selain tersangka, KPK juga telah meminta pihak Imigrasi mencegah tujuh orang untuk ke luar negeri.

Ketujuh orang tersebut yaitu pemilik PT HIP Siti Hartati Murdaya, Totok Lestiyo dan beberapa orang karyawan yaitu Sukirno, Kirana Wijaya, Benhard, Arim, dan Seri Sirithon.




(fjp/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel