Rabu, 19/09/2012 01:29 WIB
Laporan dari Beijing
Dari Persoalan Investasi Hingga Prediksi Capres 2014
Foto: Arifin Asydhad
Acara ini digelar oleh KBRI di Beijing yang langsung dipimpin oleh Dubes RI untuk China, Imron Cotan. Sebagai narasumber adalah pengamat politik internasional yang juga Deputi Seswapres RI Prof Dewi Fortuna Anwar dan Dirut Garuda Emirsyah Satar. Rapat yang berlangsung pukul 09.00 hingga pukul 11.30 waktu setempat, Selasa (18/9/2012) ini diikuti oleh perwakilan dari China dari berbagai latar belakang. Para diplomat RI juga hadir.
Dewi Fortuna mendapat kesempatan pertama menyampaikan materi bertema 'Indonesian Politicial Development and Its Implication for ASEAN+1 Connectivity'. Dewi memaparkan kondisi Indonesia yang sangat strategis, termasuk peran di G20 dan Asean. Dia juga memaparkan mengenai kondisi politik dan ekonomi Indonesia secara gamblang.
Intinya, Dewi menjelaskan bahwa banyak peluang yang bisa dilakukan antara China dan Indonesia di bidang ekonomi, apalagi saat ini pemerintah Indonesia pro bisnis. "Ada banyak daerah di mana China dapat meningkatkan keterlibatannya dengan Indonesia, yang semua bisa berkontribusi untuk konektivitas regional. Saluran ini termasuk bilateral, ASEAN +3, East Asia Summit, APEC, dan banyak lagi," kata Dewi.
Indonesia sangat membutuhkan dukungan dari partisipasi dari para partner, terutama dari regional, dalam rangka konektivitas Asean itu. "Dan China merupakan mitra yang sangat penting," ujar Dewi.
Sementara Emirsyah Satar memaparkan mengenai peranan Garuda dan 'Air Connectivity Asean'. Dalam paparannya, Emirsyah menyampaikan bahwa saat ini maskapai penerbangan di dunia yang dinilai baik didominasi oleh Asia dan Timur Tengah, tidak lagi oleh Eropa. Pada tahun 2015, dengan diberlakukannya Open Sky Policy, penerbangan ke Asia Pasifik akan menjadi sangat ramai dan memiliki nilai bisnis yang luar biasa.
Karena itu, Garuda sudah menambah frekwensi penerbangannya ke China. Ada tiga rute yang dimiliki Garuda, yaitu Shanghai, Guangzhou, dan Beijing. "Untuk Shanghai, sudah kami naikkan frekwensinya dari tiga menjadi lima seminggu," kata Emirsyah. Dengan akan meningkatnya perpindahan penumpang di Asia Pasifik, Garuda siap untuk mengantisipasinya, termasuk membawa penumpang dari China ke Indonesia maupun sebaliknya. Apalagi, diperkirakan jumlah wisatawan China yang akan berkunjung ke Indonesia akan semakin meningkat tajam, begitu juga sebaliknya.
Forum ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Banyak pertanyaan yang disampaikan pihak China. Bahkan, ada peserta yang menanyakan mengenai konstelasi politik pada Pemilu 2014. "Siapa kah menurut Anda yang paling layak memimpin Indonesia pada 2014 nanti," kata salah seorang peserta kepada Dewi Fortuna.
Atas pertanyaan ini, Dewi Fortuna mengaku tidak bisa memprediksi. Calon-calon yang muncul juga masih orang-orang lama, seperti Aburizal Bakrie, Megawati, dan Prabowo. Bisa jadi, kata Dewi, pemilihan gubernur DKI akan memiliki pengaruh dalam Pilpres 2014 nanti. Terlepas dari itu, Dewi melihat bahwa pengelolaan parpol-parpol di Indonesia masih seperti pengelolaan perusahaan. "Siapa yang memiliki share yang lebih besar, dalam hal ini ketua umumnya, yang akhirnya maju sebagai calon presiden," kata Dewi.
Ada juga perwakilan dari China yang komplain terkait pengerjaan proyek investasi di Indonesia, terutama mengenai pembebasan lahan yang sangat sulit dan kerja sama dengan perusahaan lokal. Terhadap hal ini, Dewi menyampaikan terima kasih atas kritiknya. Yang pasti, kata Dewi, hal-hal seperti itu akan terus diperbaiki.
Peserta lain juga menanyakan tentang tanggapan KBRI terkait demo massa China di Kedubes Jepang di Beijing terkait sengketa pulau Senkaku. Namun Imron Cotan tidak mau terjebak dengan pertanyaan itu. Dia berharap bahwa kasus itu bisa diselesaikan China dan Jepang dengan damai.
(asy/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kejagung Tahan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif BJB
183 share this. -
Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 170 Kg Ganja di Aceh
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 23/05/2013 00:45 WIB
Kejagung Tahan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif BJB
-
Kamis, 23/05/2013 00:44 WIB
Sebelum Gantung Diri, Ateng Berniat Cerai dengan Istrinya
-
Kamis, 23/05/2013 00:23 WIB
Tak terbukti Terlibat Beli 2 Butir Ekstaksi, 4 Sekawan Divonis Bebas
-
Kamis, 23/05/2013 00:11 WIB
Caleg di Sultra Tewas Usai Rebutan Nomor Urut, PAN Serahkan ke Polisi
-
Rabu, 22/05/2013 23:31 WIB
Masih Banyak Sampah, Wali Kota Jakbar: Suku Dinas Harus Segera Bersihkan
-
Kamis, 23/05/2013 00:44 WIB
Sebelum Gantung Diri, Ateng Berniat Cerai dengan Istrinya
-
Rabu, 22/05/2013 11:25 WIB
5 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi
-
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 09:29 WIB
4 Cerita 'Hubungan Rahasia' Darin Mumtazah dan Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 11:41 WIB
3 Siswa SMP yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan Sempat Mau Disuap Pelaku
-
Kamis, 23/05/2013 00:11 WIB
Caleg di Sultra Tewas Usai Rebutan Nomor Urut, PAN Serahkan ke Polisi
-
Rabu, 22/05/2013 13:29 WIB
Ini Abdulrahman, Bocah SMP Heroik Penolong Korban Percobaan Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 03:07 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
536 Komentar
-
362 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:48 WIB
Pasca Tornado, Menlu RI Ingatkan WNI di Oklahoma Tetap Waspada
-
Rabu, 22/05/2013 16:27 WIB
Cerita Politikus PKS Tamsil Linrung Soal Kenakalan Fathanah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
