detikcom
Selasa, 18/09/2012 23:59 WIB

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dipenjara Karena Terbukti Korupsi

Andi Fatima - detikNews
Ahmad Yani Muluk
Kendari, - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Partai Gerindra, Ahmad Yani Muluk, dijebloskan ke Lapas Kendari oleh Kejari setempat, Selasa (18/9/2012) malam. Yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Penahanan Ahmad Yani yang juga Ketua Gerindra Sultra, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sultra ini dilakukan menyusul terbitnya putusan eksekusi Mahkamah Agung terhadap 23 mantan anggota DPRD Kendari periode 1999-2004 silam. Yani yang saat itu sebagai anggota DPRD Kendari dari Partai Golkar, telah melakukan tindak pidana korupsi sekretariat DPRD Kendari pada tahun anggaran 2003-2004 sebesar Rp. 5 Miliar.

Sekitar seratus pendukungnya mengantarnya ke kantor Kejari dan lapas Kendari. Sempat terjadi insiden kecil antara petugas kejaksaan dengan pendukung Yani saat ia digiring ke Lapas. Pasalnya terpidana korupsi itu menolak naik ke mobil tahanan Kejari, malah ia menggunakan mobil jeep Rubicon berpelat Jakarta yang dihiasi gambar Prabowo Subianto.

Kepala Kejaksaan Negeri Kendari Yendi Kusnaedy mengatakan, pihaknya telah melaksanakan putusan eksekusi MA terhadap 19 mantan anggota DPRD setempat.

"Dua orang terpidana korupsi malam ini telah kami eksekusi yakni Yani muluk dan Salahuddin, sehingga tuntaslah kami laksanakan perintah putusan MA," terangnya di kantor Kejaksaan Negeri Kendari, Selasa (18/9) malam.

13 mantan anggota DPRD Kendari untuk eksekusi jilid 2 harus menjalani hukum selama 2 tahun penjara, membayar uang denda sebesar Rp. 60 juta. Sedangkan untuk 6 orang yang sebelumnya telah dijebloskan ke Lapas akan menjalani hukuman penjara 1,6 tahun dan denda Rp. 60 juta.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(van/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%