Detik.com News
Detik.com

Selasa, 18/09/2012 20:18 WIB

Cuaca Panas Akan Sambut Jamaah Haji di Arab Saudi

Bagus Kurniawan - detikNews
Madinah, - Jamaah haji Indonesia akan datang pertama kali pada hari Jumat tanggal 21 September 2012. Cuaca panas akan menyambut kedatangan jamaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1433 H. Sebanyak 17 kloter akan masuk pertama kali di Jeddah dan Madinah.

"Suhu udara di Arab Saudi diperkirakan berkisar antara 25-40 derajat Celsius, kata Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Dr Saerozi Dimyati kepada wartawan seusai peninjauan katering Al Andalus, di Madinah, Selasa (18/9/2012).

Oleh karena itu dia mengimbau agar jamaah haji benar mempersiapkan fisik/kesehatannya. Sebab suhu udara di siang hari akan panas hingga 40-42 derajat celsius. Sedangkan di pagi hari sekitar 28 derajat celsius .

Menurut dia sebanyak 334 petugas PPIH juga sudah tiba di Arab Saudi. Petugas dari Kementrian Agama 207 petugas dan 127 dari Kementerian kesehatan Mereka akan bertugas di Daerah Kerja (daker) Madinah dan Daker Jeddah.

Sementara itu Dirjen Pembinaan Gizi dan Kesehatan Ibu Anak, dr Slamet Riyadi, MPh Kementrian Kesehatan RI menambahkan karena cuaca yang panas, jamaah diminta untuk banyak minum air putih sehingga tidak mengalami dehidrasi.

"Saat melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi Madinah jangan lupa minum air putih yang tersedia di sana sebanyak-banyaknya," imbuh Slamet.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%