Selasa, 18/09/2012 16:42 WIB

FPI Jateng: Kami Siap Minum Darah Pembuat Innocence of Muslims

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Meski dilarang agama, minum darah jadi pilihan FPI Jateng untuk memprotes film 'Innocence of Muslims'. Tak hanya minum darah, mereka juga siap memakan daging pembuat film itu. Beneran?

"Kalau ada pelakunya bisa dipastikan kami minum darahnya, kami makan dagingnya," kata Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng Habib Jindan Baharun dengan menggebu usai mengawal persidangan kasus bentrok Solo di PN Semarang, Jalan Siliwangi, Selasa (18/9/2012).

Jindan bahkan mengeluarkan air mata dan mengaku sangat sakit hati dengan film yang menistakan Nabi. Ia mengutuk keras film tersebut.

"Kami dipanggil Habib, Insya Allah ada darah Rasulullah dalam darah kami. Kami sangat kutuk penistaan terhadap agama, terhadap Rasulullah," ujarnya sambil menangis.

Usai dari PN Semarang, sebagian anggota FPI pun bergabung dengan sejumlah massa dari Laskar Umat Islam Semarang (LUISS) untuk berunjuk rasa terhadap film berunsur penghinaan agama tersebut.

Massa yang berjumlah puluhan tersebut berorasi di bekas videotron di Jalan Pahlawan dan melanjutkan aksinya ke dua restoran fast food di Jl Pandanaran. Di sana, mereka menempel poster presiden Amerika, Obama dilengkapi tanduk dan tulisan membela Islam.

"Kami minta pemerintah Indonesia mengusir duta besar Amerika dan memutus hubungan diplomatik atas ketidaktegasan Amerika untuk mengeksekusi mati pelaku penghinaan Nabi," kata pimpinan LUISS, Abu Ibrahim.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(alg/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%