Selasa, 18/09/2012 16:05 WIB

NATO akan mengurangi operasi di Afghanistan

BBCIndonesia.com - detikNews
Pasukan NATO dan tentara Afghanistan

Patroli gabungan antara pasukan NATO dan Afghanistan tidak akan diadakan secara rutin.

Pasukan internasional pimpinan NATO (ISAF) di Afghanistan mengatakan akan mengurangi operasi gabungan dengan militer setempat sebagai tanggapan atas peningkatan besar peningkatan serangan oleh anggota militer Afghanistan terhadap pasukan internasional.

Berdasarkan keputusan ini maka sebagian besar patroli gabungan dengan pasukan Afghanistan hanya akan dilakukan pada tingkat batalion dengan melibatkan beberapa ratusan personel tentara dan pada tingkat lebih tinggi.

Dalam pernyataannya, ISAF menyebutkan kerjasama untuk satuan-satuan lebih kecil akan "dievaluasi kasus per kasus" dan harus disetujui oleh komandan bintang dua di tingkat regional.

Keputusan diambil oleh komandan pasukan Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan, Jenderal John Allen.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan langkah tersebut tidak boleh diartikan sebagai "sesuatu yang lebih dari sekedar langkah hati-hati sebagai akibat dari peristiwa-peristiwa belakangan".

"Kami tetap memegang komitmen terhadap tujuan-tujuan dan strategi kami di Afghanistan," kata juru bicara Departemen Pertahanan George Little, Senin (17/09) waktu Amerika.

Mempengaruhi strategi

Namun Kementerian Pertahanan Afghanistan mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai perubahan operasi NATO. Menurut Kementerian Pertahanan, para pejabat senior kedua pihak masih mengadakan pertemuan.

Wartawan BBC di Kabul, Quentin Sommerville, melaporkan pasukan internasional dan pasukan Afghanistan dimaksudkan sama-sama berjuang memerangi Taliban.

Pengurangan operasi, lanjutnya, mempengaruhi strategi NATO di Afghanistan, termasuk pelatihan kepolisian dan tentara Afghanistan yang disiapkan untuk mengambil alih tugas pengamanan di negara itu.

Para komandan NATO dialporkan mengalami frustasi karena para pejabat Afghanistan tidak mengambil tindakan yang cukup memadai guna mencegah peningkatan serangan terhadap pasukan asing.

Keputusan pengurangan operasi NATO diambil menyusul serangkaian serangan terhadap pasukan asing oleh kolega mereka dari Afghanistan, termasuk serangan yang dipicu oleh film yang dibuat di Amerika Serikat yang dianggap menghina Islam.

Sepanjang tahun ini lebih dari 50 tentara NATO dibunuh oleh tentara dan polisi Afghanistan, dan 15 di antaranya terjadi pada bulan Agustus.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%