detikcom
Selasa, 18/09/2012 09:03 WIB

Terjadi di Bekasi, Pria Sewa Pembunuh Bayaran untuk Akhiri Hidupnya

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Oentaryo (56) sudah putus asa dengan sakit yang dihadapinya. Dia pun nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tapi bukan dengan tangan sendiri, dia menyewa orang lain. Wah!

"Ya dia membayar orang untuk melakukan permintaan itu," kata Kapolsekta Jatiasih, Bekasi, Kompol Bambang saat dihubungi detikcom, Selasa (18/9/2012).

Bambang menceritakan peristiwa bunuh diri dengan menyewa pembunuh bayaran itu terjadi pada Selasa (4/9). Oentaryo ditemukan warga dengan kondisi luka parah di bagian leher di pinggir jalan di perumahan Bumi Dirgantara Permai malam.

Saksi membawa korban ke RS Jatisampurna, yang kemudian dipindahkan ke RS Mitra Keluarga. Awalnya, saksi dan pihak kepolisian menduga Oentaryo korban perampokan.

"Korban sebelumnya bertemu dengan tersangka," jelas Bambang.

Nah, sandiwara perampokan ini terungkap setelah polisi menangkap pelaku Dedi (19). Dari mulut Dedi terkuak soal skenario itu. Dedi mengaku dibayar Oentaryo untuk melakukan tindakan itu.

"Tersangka sudah ditahan," jelas Bambang.

Dedi mengenal Oentaryo karena ayahnya pernah bekerja dengan korban. Dia pun dibayar Rp 1 juta untuk melakukan skenario pembunuhan itu.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/vta)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%