Detik.com News
Detik.com

Senin, 17/09/2012 17:44 WIB

Pengunjuk Rasa Mundur, Lalu Lintas Kembali Lancar

Nur Khafifah - detikNews
Pengunjuk Rasa Mundur, Lalu Lintas Kembali Lancar
Jakarta - Menyusul usainya aksi unjuk rasa di Kedubes AS, arus lalu lintas berangsung dipulihkan. Ratusan kendaraan yang sempat terjebak kemacetan selama lebih dari dua jam di sekitar Stasiun Gambir dan Monumen Nasional mulai dapat bergerak.

Pantauan detikcom, blokade lalu lintas ruas Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, mulai dibuka sekitar pukul 17.20 WIB, Senin (17/9/2012). Kendaraan yang melintas baik dari arah Gambir, Jl Medan Merdeka Barat, Jl Budi Kemuliaan dan yang menunggu unjuk rasa di lapangan IRTI kembali dapat berjalan lancar.

Pada saat bersamaan, belasan petugas kebersihan mulai turun jalan. Mereka membersihkan sampah-sampah sisa makanan, minuman dan batu-batu yang dilemparkan massa pengunjuk rasa ke arah barisan polisi yang menahan mereka di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Barisan polisi dan mobil water cannon juga telah ditarik tidak lama setelah massa pengunjuk rasa membubarkan diri. Hanya belasan orang polisi yang terlihat sedang beristirahat di bawah pohon dan trotoar.

Sedangkan mobil pemadam kebakaran yang dirusak massa masih berada di tempat. Kaca kabin depan pecah akibat lemparan batu dan salah satu sisinya terlihat gosong, seperti bekas bom molotov.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%