detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 17/09/2012 15:20 WIB

Ini Pemandangan Kota Palangka Raya yang Diselimuti Asap Pekat

Ahmadi - detikNews
Foto: ahmadi/detikcom
Palangka Raya - Kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Jarak pandang terbatas. Meski begitu, warga beraktivitas seperti biasa.

Ibukota Provinsi Kalteng ini diterjang kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Diperkirakan, hal itu terjadi karena kebakaran lahan di sejumlah titik. Hingga hari ini, Senin (17/9/2012), asap masih terlihat cukup pekat. Jarak pandang hanya berkisar 800 meter.

Gubernur Kalimantan Tengah A. Teras Narang mengatakan, cuaca saat ini mendekati ambang parah. Kebakaran kebakaran lahan masih saja terjadi di Palangka Raya dan kabupaten tetangga seperti Katingan, Kota Waringin Timur, Pulang Pisau dan Kapuas.

"Kebakaran lahan itu biasa terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Warga memanfaatkan waktu libur untuk membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar," kata Teras di aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (17/9/2012).

"Parahnya lagi, habis dibakar langsung ditinggal pemiliknya. Jelas kebakaran itu bisa menjalar kemana- mana," tuturnya.

Teras menambahkan, untuk penerbangan saat ini masih belum terkendala karena pesawat masih bisa landing dan take off di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Namun berdasarkan informasi, sejumlah pesawat dari bandara tersebut terpaksa mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan, Kaltim karena jarak pandang terganggu.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close