Minggu, 16/09/2012 21:30 WIB
Inilah 'Positifnya' Jokowi di Mata Foke
"Ya bisa menjanjikan sesuatu yang belum tentu bisa dilaksanakan," cetus Foke dalam debat cagub DKI Jakarta yang digelar KPU DKI Jakarta bekerja sama dengan stasiun televisi MetroTV, Minggu (16/9/2012).
Pernyataan Foke tersebut menjawab pertanyaan host debat, Suryopratomo, soal apakah nilai positif dari setiap kandidat di mata rivalnya masing-masing. Jawaban yang diucapkan Foke sontak memicu keriuhan penonton. Para pendukung Foke-Nara pun tertawa dan bersorak.
"Lalu apa nilai positifnya Pak Fauzi?" tanya Suryopratomo mengulangi.
"Ya itu bagi saya itu positif. Saya perlu belajar banyak lagi soal pencitraan kepada Pak Joko," kata Foke yang langsung disambut tawa pendukungnya.
"(Dengan debat ini) Ya kita bisa saling belajar dalam dialog yang intensif ini. Semoga ini membawa berkah untuk warga Jakarta," lanjut Foke.
Tak ingin kalah dengan jawaban yang diberikan Foke, Jokowi pun memberi jawaban yang cukup menggelitik saat ditanya dengan pertanyaan yang sama oleh host debat. "Lalu bagaimana dengan Pak Joko, apa positifnya Pak Fauzi Bowo di mata Pak Joko?" tanya Suryopratomo.
"Ya beliau ini kan sudah puluhan tahun di birokrasi Jakarta. Pernah sekda, wakil gubernur, gubernur. Tapi dengan pengalaman itu harusnya bisa langsung dengan action, tidak dengan rencana-rencana, dan akan-akan saja," cetus Jokowi yang langsung disambut tawa riuh pendukungnya.
"Tapi di mana positifnya Pak Joko?" tanya Suryopratomo.
"Ya ini positifnya. Setidaknya beliau itu sudah punya rencana meski belum dikerjakan," ujarnya. Pendukung Jokowi pun lantas tertawa.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(rmd/vta)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
590 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
567 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
531 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
497 share this. -
Polri akan Akomodir Polwan yang Ingin Berjilbab
352 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 16:46 WIB
Sidang Dugaan Suap Impor Daging
Juard Effendi Sebut Elda Devianne Tipu PT Indoguna Utama
-
Rabu, 19/06/2013 16:45 WIB
Hari ke-248 Jokowi
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 16:36 WIB
Protes Harga BBM, Mahasiswa Semarang Buka Posko dan Mogok Makan 4 Hari
-
Rabu, 19/06/2013 16:36 WIB
Timwas Century DPR Panggil Lagi KPK Minggu Depan
-
Rabu, 19/06/2013 16:36 WIB
Calon Penumpang Membandel, Pasar Rebo Masih Jadi Terminal Bayangan
-
Rabu, 19/06/2013 15:35 WIB
Kabut Asap di Singapura Terburuk dalam 16 Tahun, Warga dan Turis Marah
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
Rabu, 19/06/2013 15:25 WIB
Mobil Camry Wamen ESDM Terobos Masuk Jalur TransJ di Sudirman
-
Rabu, 19/06/2013 15:57 WIB
Blusukan Cek Masalah, Jokowi Berani Diadu dengan Para Kadis
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 16:06 WIB
Iberamsjah: Jokowi Lebih Pantas Jadi Penerus Tahta Mega
-
Rabu, 19/06/2013 14:08 WIB
Celoteh Jokowi tentang Kecelakaan hingga Jarang Berbaju Lengan Pendek
-
431 Komentar
-
359 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
230 Komentar
-
210 Komentar
-
204 Komentar
-
199 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 14:12 WIB
Didesak Cepat Hilangkan Banjir dan Macet, Jokowi: Apa Saya Tukang Sulap?
-
Rabu, 19/06/2013 14:09 WIB
Dapat Kiriman Asap dari Sumatera, Singapura Kritik Indonesia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

