Detik.com News
Detik.com
Minggu, 16/09/2012 00:48 WIB

Kronologi Pembunuhan Bermotif Cinta Wanita Pengusaha di Tomang

Pandu Triyuda - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kronologi Pembunuhan Bermotif Cinta Wanita Pengusaha di Tomang
Jakarta - Peristiwa pembunuhan Martini (37) di Hotel Transit Tomang, disebabkan oleh rasa sakit hati pelaku dengan korban. Korban pun ditemukan tak bernyawa dengan keadaan terbungkus kain.

"Karena saya sakit hati, dia jalan dengan orang. Kita sudah ada jalinan hubungan satu tahun lebih, tapi belum nikah," ujar Daniel otak pelaku pembunuhan tersebut saat dimintai keterangan di Mapolres Jakarta Barat, Jl S Parman, Sabtu (15/9/2012).

Berikut kronologi pembunuhan tersebut seperti yang dirilis oleh Polres Jakarta Barat :

Kamis 13 September 2012 Pukul 14.00 WIB

M Isa menelepon Daniel untuk menyampaikan akan melakukan pembunuhan kepada korban.

Pukul 21.00 WIB

Tersangka Daniel menghubungi M Isa untuk menanyakan sudah dilaksanakan atau belum eksekusinya dan mendapat jawaban sudah. Tersangka menagih uang pembayaran, namun Daniel tidak datang karena tidak memiliki uang. Selanjutnya tersangka M Isa pulang ke Bogor.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndu/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%