Sabtu, 15/09/2012 22:02 WIB

Pembunuhan Wanita Pengusaha di Tomang Ternyata Bermotif Cinta

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Polres Jakarta Barat berhasil menangkap pelaku pembunuhan Martini (37) seorang pengusaha konveksi di Hotel Transit, Tomang, Jakbar. Pembunuhan tersebut ternyata bermotif cinta dan sakit hati.

"Tersangka DI mempunyai hubungan dengan korban dan merasakan sakit hati karena korban sering keluar rumah dan sering berhubungan dengan orang lain," ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Suntana, saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Jalan S Parman, sabtu (15/9/2012) malam.

Menurut Suntana, korban dan tersangka DI sudah saling mengenal cukup lama.

"Mereka kenal 1 tahun 7 bulan dan tinggal satu rumah di rumah korban," ungkapnya.

Suntana menjelaskan, DI kesal dengan perilaku korban dan langsung menyuruh MI untuk melakukan upacara ritual. Korban dibunuh oleh MI saat upacara ritual tersebut.

"Setelah membunuh korban, MI langsung dijanjikan oleh DI dengan sejumlah uang. Dia menerima Rp 30 juta," terang Suntana.

Setelah membunuh korban, MI langsung ditangkap oleh jajaran Reskrim Polres Jakarta Barat dibantu Polsek Kebon Jeruk.

"MI kita tangkap di wilayah Semplak, di rumahnya dan lalu DI di tempat tinggalnya," tuturnya.

Akibat ulah kedua pelaku, kini keduanya mendekam di Mapolres Jakarta Barat dan akan dikenai sanksi pembunuhan berencana sesuai dengan pasal 340 KUHP dengan hukuman 20 tahun penjara.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndu/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%