Sabtu, 15/09/2012 17:39 WIB
Pimpinan MPR: Perkuat KPK dengan Penyidik Independen
foto: detikcom
"Idealnya KPK itu punya penyidik sendiri. Revisi UU KPK seharusnya juga diarahkan agar KPK mandiri dalam pengadaan tenaga penyidiknya," desak Lukman.
Hal ini disampaikan Lukman kepada detikcom, Sabtu (15/9/2012).
Menurut Lukman, KPK tak boleh tergantung dengan ketersediaan penyidik dari Kepolisian. Karena jika terjadi penarikan penyidik seperti yang saat ini dilakukan Polri, kinerja KPK bisa lumpuh.
"KPK memang sangat membutuhkan penyidik independen, jadi revisi UU KPK harusnya didasari semangat memperkuat institusi KPK. Korupsi itu kan kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara extraordinary juga. Penyidik tidak cukup dikutip dari Polri dan Kejaksaan karena lahirnya KPK karena ada ketidakpercayaan terhadap dua institusi ini," kata Lukman.
Lukman berharap Komisi III punya semangat pemberantasan korupsi. Sehingga segera memasukkan klausul penyidik independen untuk memperkuat KPK.
"Jadi nanti KPK sendiri yang melakukan training penyidik, jadi milik KPK sendiri. KPK memiliki penyidik yang handal dan tidak tergantung penyidik Polri,"tegasnya.
Sebelumnya Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan penarikan penyidik itu dilakukan karena surat tugas sudah habis. Polri akan mengganti dengan penyidik yang terbaik.
Sementara juru bicara KPK Johan Budi menegaskan, KPK akan memperjuangkan agar penyidik tak ditarik. KPK tengah membutuhkan penyidik itu di tengah banyaknya kasus besar.
Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv
(van/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,926 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
685 share this. -
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
485 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
447 share this. -
Jokowi Lantik Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Siapa Tergusur?
379 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 10:29 WIB
DPW dan DPP PKS Kumpul di Bidakara Bahas Survei Terkini
-
Jumat, 24/05/2013 10:28 WIB
Sefti Akui Pernah Disuruh Fathanah Antarkan Uang untuk Luthfi
-
Jumat, 24/05/2013 10:24 WIB
Darin Tidak Hadiri Pengumuman UN di Sekolahnya
-
Jumat, 24/05/2013 10:19 WIB
Eks Anggota Majelis Syuro PKS Suripto Diperiksa KPK Terkait Fathanah
-
Jumat, 24/05/2013 10:18 WIB
Camat Tambora dan Kramat Jati Siap Rumah Dinasnya untuk PKL, Tapi..
-
Jumat, 24/05/2013 09:43 WIB
Beredar Video Pelaku Seret Tentara Inggris yang Dibunuh Sadis di Jalanan
-
Jumat, 24/05/2013 09:40 WIB
Fathanah: Luthfi Semakin Dikasih Semakin Semangat Urus Kuota Impor Daging
-
Jumat, 24/05/2013 09:50 WIB
Luthfi Disebut Kerap Pijat di Rumah Darin, Pengacara Tak Tahu
-
Jumat, 24/05/2013 08:48 WIB
Sefti Sanustika Pernah Suruh Sopirnya Antar Uang ke Luthfi Hasan
-
Jumat, 24/05/2013 09:52 WIB
5 Pahlawan yang Berani Menggagalkan Aksi 'Penjahat Kelamin'
-
Jumat, 24/05/2013 10:00 WIB
45 Perempuan Bertransaksi dengan Fathanah, Pengacara: Lihat Konteksnya
-
Jumat, 24/05/2013 09:57 WIB
Internal PKS Benar-benar Terbelah: Keluar atau Bertahan di Koalisi
-
Jumat, 24/05/2013 09:53 WIB
Polisi Inggris Tangkap Lagi 2 Orang Terkait Pembunuhan Sadis Tentara
-
582 Komentar
-
363 Komentar
-
219 Komentar
-
216 Komentar
-
206 Komentar
-
145 Komentar
-
140 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 08:29 WIB
Network Switching di Cengkareng Alami Gangguan, Garuda Minta Maaf
-
Jumat, 24/05/2013 08:24 WIB
Online System Garuda di Cengkareng Down, Penumpang Antre Panjang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
