Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 15/09/2012 16:12 WIB

Jenazah Jaya Komara Telah Dimakamkan di Garut.

Mansyur Hidayat - detikNews
Jenazah Jaya Komara Telah Dimakamkan di Garut.
Garut, - Jenazah almarhum Jaya Komara, pemimpin Koperasi Langit Biru tersangka kasus panipuan senilai Rp 6 triliun, dimakamkan di kampung halamannya. Proses pemakamannya di TPU Pakandangan, Cibiuk, Garut Jawa Barat, dilangsungkan secara diam-diam oleh sanak keluarganya sebelum salat Jum'at (14/9).

Menurut keterangan Kapolres Garut, AKBP Enjang Hasan Kurnia, jenazah tiba dari Jakarta pada Jumat subuh. Rombongan pembawa jenazah dipimpin oleh kakaknya H. Kohar.

"Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, baru dimakamkan ", ujar AKBP Enjang Hasan Kurnia, Sabtu (15/9/2012) sore kepada wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaya Komara diketahui meninggal pada Kamis (13/9) pagi di ruang tahanan Mapolres Tangerang. Hasil otopsi tim dokter RSCM menyebutkan penyebab kematian adalah pembengkakan jantung hingga dua kali lipat dari ukuran normal.

Jaya Komara diciduk polisi setelah buron selama lima bulan di sebuah hotel melati di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (24/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Ratusan ribu investor Koperasi Langit Biru sempat ricuh dengan manajemen soal pencairan bonus pada 2 Juni 2012 lalu. Namun, hingga hari H-nya, manajemen koperasi tidak juga mencairkan bonus yang dijanjikan terhadap para investor.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%