detikcom
Sabtu, 15/09/2012 15:36 WIB

Taliban Serukan Kaum Muda Muslim Bangkit atas 'Innocence of Muslims'

Rita Uli Hutapea - detikNews
demo di luar Kedubes AS di London (Press TV)
Islamabad, - Kelompok Taliban Pakistan mengeluarkan seruan bagi para pemuda muslim di negeri itu dan seluruh dunia, untuk bangkit menentang film anti-Islam yang menghina Nabi Muhammad.

"Kami mengundang... khususnya kaum muda Pakistan untuk bangkit membela agama mereka dan kesuciannya," kata juru bicara kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Ehsanullah Ehsan dalam email seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (15/9/2012).

"Kalian tidak berbeda dengan para pemuda Benghazi... berhentilah mengharap para penguasa lalim kalian akan berbuat sesuatu, karena mereka telah menerima hidup penghinaan," cetus juru bicara TTP tersebut.

Diimbuhkannya, kejahatan terhadap muslim meningkat di berbagai negara di dunia. "Zionis dan musuh-musuh Islam menghina tanda-tanda Islam di mana-mana," kata juru bicara Taliban Pakistan itu.

Ratusan warga Pakistan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah kota di Pakistan pada Jumat, 14 September waktu setempat. Massa memprotes film "Innocence of Muslims" yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad. Sejauh ini aksi demo tersebut berlangsung damai.

Aksi demo serupa juga terjadi di beberapa negara lainnya termasuk Mesir, Libya, Tunisia, Sudan, Bahrain, Inggris, Indonesia, Malaysia. Bahkan film yang dibuat di AS itu juga telah memicu serangan ke konsulat AS di Benghazi, Libya pada Selasa, 11 September lalu. Serangan itu menewaskan Dubes AS Christopher Stevens dan tiga pejabat AS lainnya.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ita/ita)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%