detikcom
Sabtu, 15/09/2012 15:25 WIB

Survei SMRC: Pemilih PD dan PKS di Jakarta turun

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan pemilih Partai Demokrat (PD) dan PKS di DKI Jakarta turun. Sementara suara PDIP naik.

"Jika pemilu diadakan sekarang Partai Demokrat memperoleh suara sebanyak 17,1 persen. Urusan selanjutnya PDIP dengan perolehan suara 16,3 persen, dan PKS dengan perolehan suara 10,7 persen. Dibandingkan pemilu 2009, suara Partai Demokrat dan PKS cenderung menurun, sedangkan PDIP naik," demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipublikasikan melalui situs resminya saifulmujani.com, Sabtu (15/9/2012).

Survei ini diadakan dalam kurun waktu 7-11 September 2012. Sampel awal yang digunakan 1.000 responden yang dipilih secara acak dari data pemilih tetap Pilgub DKI. Dari target 1.000 responden, sebanyak 501 orang berhasil diwawancarai, sisanya 499 orang tidak bisa diwawancarai karena berbagai alasan.

Berikut hasil survei SMRC menyangkut kekuatan parpol di DKI Jakarta, jika Pemilu diadakan saat ini:

PD pada pemilu 2009 memperoleh 36,2 persen, saat ini 17,1 persen
PDIP pada pemilu 2009 memperoleh 9,4 persen, saat ini 16,3 persen
PKS pada pemilu 2009 memperoleh 19,1 persen, saat ini 10,7 persen
Golkar pada pemilu 2009 memperoleh 6,5 persen, saat ini 6,1 persen
PPP pada pemilu 2009 memperoleh 4,6 persen, saat ini 7,1 persen
Gerindra pada pemilu 2009 memperoleh 5,1 persen, saat ini 7,1 persen
PAN pada pemilu 2009 memperoleh 4,5 persen, saat ini 3,3 persen
Hanura pada pemilu 2009 memperoleh 2,1 persen, saat ini 1,8 persen
PKB pada pemilu 2009 memperoleh 1,5 persen, saat ini 1,0 persen
Lain-lain pada pemilu 2009 sebanyak 11,0 persen, saat ini 6,9 persen
Responden tidak memberikan 22,5 persen

"Sementara ini Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli unggul atas Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam menarik dukungan dari massa PD, PKS, Golkar, PPP, dan Hanura. Sementara Jokowi-Basuki unggul dalam menarik dukungan dari massa pemilih PDIP dan Gerindra," demikian SMRC menghubungkan kekuatan parpol dengan kekuatna dua kandidat cagub DKI.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close