detikcom
Sabtu, 15/09/2012 13:58 WIB

Tim Foke : Lebih Baik Kalah di Survei, Menang di Hari-H

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Tim sukses cagub DKI Fauzi Bowo (Foke) merespon santai keunggulan Joko Widodo (Jokowi) dalam survei menjelang putaran dua Pilgub DKI. Tim sukses Foke menganggap kekalahan di survei belum akhir dari perjuangan Foke-Nara.

"Kalau ada yang menempatkan kami menang atau kalah ya anggap saja lebih baik hari ini kami kalah tipis, sehingga kami kerja politik dan konsolidasi total agar menang pada tanggal 20 September nanti," kata jubir tim sukses Foke, Yuddy Chrisnandi, kepada detikcom, Sabtu (15/9/2012).

Yuddy memastikan Foke juga tidak risau dengan hasil lembaga-lembaga survei yang hampir semuanya mengunggulkan Jokowi. Menurut Yuddy, ada baiknya juga tim Foke menjadi tidak meremehkan rival di putaran dua Pilgub DKI.

"Dibandingkan di putaran pertama kami disurvei menang jadi terbuai. Apapun hasil surveinya baik yang mengunggulkan ataupun pesimis kami akan bekerja sebaik mungkin untuk bekerja sekuat-sekuatnya," kata Yuddy.

Berdasarkan survei internal, menurut Yuddy, ada tren positif kenaikan popularitas Foke. Meski begitu karena tingginya swing voters undecided voters, tim sukses Foke harus benar-benar bekerja keras.

"Swing voters dan undecided voters masih ada 15 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan. Ini yang harus kita optimalkan dalam kerja politik kita," tegasnya.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengadakan survei putaran dua Pilgub DKI. Hasilnya, pasangan cagub DKI Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersaing ketat dengan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).

"Jika pemilihan langsung Gubernur DKI Jakarta diadakan hari ini, Fauzi Bowo (Foke) dan Joko Widodo (Jokowi) bersaing sangat ketat. Dalam jawaban spontan, dukungan kepada Fauzi Bowo 41,3 persen dan Jokowi 41,2 persen. Dalam format pilihan kepada calon gubernur saja Fauzi

Bowo memperoleh 44,3 persen dan Jokowi 45,0 persen. Dalam format pilihan pasangan cagub, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 44,2 persen dan Jokowi-Basuki 45,6 persen. Sekitar 10,2 persen responden belum menentukan pilihan," demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipublikasikan melalui situs resminya saifulmujani.com, Sabtu (15/9/2012).

Survei ini diadakan dalam kurun waktu 7-11 September 2012. Sampel awal yang digunakan 1.000 responden yang dipilih secara acak dari data pemilih tetap Pilgub DKI. Dari target 1.000 responden, sebanyak 501 orang berhasil diwawancarai, sisanya 499 orang tidak bisa diwawancarai karena berbagai alasan.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(van/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000