detikcom
Sabtu, 15/09/2012 06:43 WIB

M Jasin Minta KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi dari Kemenag

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Irjen Kemenag M Jasin meminta KPK untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus Alquran dari kementeriannya. Menurut Jasin kesigapan KPK akan membuat pihaknya lebih mudah melakukan follow up.

"Kami malah meminta kepada KPK untuk segera menetapkan tersangka dari pihak Kemenag," ujar Jasin dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (14/9/2012).

Menurut Jasin, dengan kesigapan KPK, maka Irjen Kemenag memiliki landasan untuk melakukan tindakan yang lebih jauh. Sejauh ini, Irjen Kemenag sudah merekomdenasikan setidaknya 10 pegawai untuk diberhentikan.

"Persoalannya kan kalau KPK sudah menetapkan lebih dulu, kita jadi mudah. Kalau begini kita rentan di PTUN kan," papar mantan wakil ketua KPK ini.

KPK menduga ada indikasi korupsi dalam tiga proyek pengadaan barang di Kemenag. Antara lain proyek pengadaan laboraturium untuk madrasah tsanawiyah tahun 2011 senilai Rp31 miliar, pengadaan kitab suci Al Quran tahun 2011 senilai Rp20 miliar dan pengadaan Al Quran tahun 2012. KPK juga menemukan dugaan praktik suap terkait pembahasan anggaran ketiga proyek itu.

Anggota Komisi VIII sekaligus Badan Anggaran DPR RI, Zulkarnaen Djabar telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Putra sulung Zulkarnaen, Dendi Prasetia yang menjabat sebagai Direktur Utama di PT Karya Sinergi Alam Indonesia sekaligus pengurus DPP Ormas MKGR juga ditetapkan sebagai tersangka. Zulkarnaen dan Dendi diduga menerima uangg sekitar Rp4 miliar. Uang suap berasal dari para rekanan proyek pengadaan di Kemenag.

Suap dimaksudkan agar Zulkarnaen bisa mengarahkan nilai anggaran proyek di Kemenag. Tersangka Zulkarnaen dan Dendi diduga melanggar Pasal 5 ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU . Pasangan bapak dan anak tersebut terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fjp/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%