Sabtu, 15/09/2012 00:55 WIB

Panelis: Debat Cagub DKI Mempertontonkan Karakter Setiap Kandidat

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar debat cagub dan cawagub DKI putaran kedua. Dalam acara ini, masing-masing cagub menyampaikan visi misi di hadapan kandidat lainnya. Terjadi tanya jawab langsung sehingga terjadi kontestasi yang menarik.

"Yang satu menguasai dokumen, sedangkan yang satu itu pendatang. Yang satu memaparkan pengalaman, dan yang satunya menyampaikan bukti. Nah itu dibandingkan, menjadi kontestasi yang memang menarik," ujar pakar tata ruang yang juga menjadi panelis, Yayat Supriatna dalam acara debat cagub DKI di Hotel Grand Mulia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012).

Menurut Yayat, dua pasangan cagub dan cawagub menampilkan karakternya masing-masing dalam acara ini. "Kan ada dua karakter yang muncul. Karakter yang satu mengedepankan konsep dan akademika. Sementara yang satu lebih empirik," lanjutnya.

Pemilih pun saat ini sudah memiliki pilihan yang terbuka. Yayat mengatakan bahwa semuanya sekarang dikembalikan ke pilihan pemilih. "Tergantung pilihan, dibuai konsep atau pilihan untuk memiliki tindakan," pungkasnya.

Debat kandidat adalah metode kampanye yang KPU DKI Jakarta izinkan untuk putaran II pilgub DKI Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung mulai kemarin malam (14/9) yang disiarkan langsung oleh televisi lokal Jakarta. Kegiatan ini berlangsung hingga 16 September 2012 mendatang.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%