Jumat, 14/09/2012 22:08 WIB

Jokowi Pertanyakan APBD Rp 140 Triliun, Foke: Untuk Layanan Berkualitas

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Debat cagub dan cawagub DKI Jakarta putaran dua yang digelar oleh KPU DKI berlangsung makin memanas. Setelah berselisih soal data PPATK, kali ini kedua cagub itu berdebat soal anggaran Pemprov DKI.

"Kalau saya boleh tanya, anggaran 5 tahun yang besarnya 138 triliun, itu angkanya sangat besar. Mestinya 140 triliun jadi produk yang bisa dilihat, MRT atau monorel misalnya. Sekarang jadi apa?" tanya Jokowi kepada Fauzi Bowo. Hal itu ditanyakan dalam debat kandidat yang digelar KPU DKI Jakarta di Gran Melia Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Tak mau kalah ditodong kritikan, sang cagub incumbent membantah kritikan wali kota Solo itu. Menurut Fauzi Bowo, penggunaan anggaran sebesar itu sudah ada indikator yang jelas.

"Kita ini sama-sama pejabat yang berpegang pada kaidah dan satu tata kelola keuangan, anda walikota dan saya gubernur. Kalau dilihat lebih lanjut, seluruh layanan berkulitas di Jakarta ini adalah hasil dan
indikatornya jelas," jawab Foke bersemangat.

Cagub yang dikenal dengan kumisnya itu mencontohkan keberadaan puskesmas di Jakarta yang tidak ada satu pun yang tidak berstandar ISO.

"Standar puskesmas kami di Jakarta tidak ada yang tidak memenuhi standar ISO internasional, tidak ada," kata Foke dengan nada meninggi.

Mendapat jawaban itu, Jokowi menanggapi dengan merendah. "Ini dari orang bodoh, saya melihatnya seperti itu," kata Jokowi.

"Membangun warga Jakarta ini nggak mudah menentukan. Nggak bisa cuma dengan jualan gambar, itu mah ilmu developer, jual gambar laku urusan belakangan," sindir Foke kepada Jokowi.

(bal/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    77%
    Kontra
    23%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close