detikcom
Jumat, 14/09/2012 19:33 WIB

Debat Cagub DKI Jakarta, Ratusan Pendukung Foke dan Jokowi Adu Yel

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Malam ini kedua pasangan cagub cawagub peserta pilgub DKI Jakarta putaran kedua akan mengikuti debat terbuka di Hotel Grand Mulia, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat ini kedua pasangan telah berada di Grand Ballroom Hotel Grand Mulia. Seketika ruangan riuh dengan nyanyian yel-yel para pendukung.

Pantauan detikcom di lokasi debat, Hotel Grand Mulia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012), terlihat ratusan pendukung Foke-Nara dan Jokowi-Ahok di ruangan debat. Pendukung kubu Foke duduk di sebelah kiri mengenakan kemeja putih bertuliskan "Bersatu Jakarta" dengan pin "I Love (gambar kumis)".

Sementara di sisi kanan ratusan pendukung Jokowi-Ahok mengenakan kemeja kotak-kotak.

Debat kandidat adalah metode kampanye yang KPU DKI Jakarta izinkan untuk putaran II pilgub DKI Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung mulai malam ini yang disiarkan langsung oleh televisi lokal Jakarta. Kegiatan ini berlangsung sampai tiga hari ke depan.

Format debat cagub DKI pada putaran dua tidak banyak berbeda dibanding yang pertama. Dua pasangan kontestan, Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan melakukan penajaman visi-misi.

(sip/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel