Detik.com News
Detik.com
Jumat, 14/09/2012 15:05 WIB

Terpidana Mati Ditangkap di RS Cilacap karena Diduga Jadi Bandar Narkoba

Arbi Anugrah - detikNews
Terpidana Mati Ditangkap di RS Cilacap karena Diduga Jadi Bandar Narkoba Tersangka bandar narkoba yang juga terpidana mati kasus serupa saat digiring petugas (arbi anugrah/detikcom)
Cilacap - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bandar sekaligus pengendali jaringan narkoba internasional di RS Cilacap. Tersangka adalah terpidana mati kasus serupa yang menghuni LP Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Adami Wilson alias Abu merupakan warga negara Nigeria ditangkap oleh petugas BNN saat berada di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap saat sedang menjalani rawat inap karena sakit, Kamis (13/9) kemarin, setelah diintai selama tiga hari.

Dari informasi yang dikumpulkan, Adami Wilson ditangkap setelah petugas BNN mengembangkan kasus penangkapan kurir narkoba di Nusa Tenggara Timur dan Medan.

Saat petugas BNN menggeledah Ruang Dahlia kelas VIP seharga Rp 240 ribu, tempat ia dirawat, petugas BNN justru menemukan seorang teman wanita yang sedang bersamanya dan sejumlah alat kontrasepsi.

Sementara Baharudin, sipir yang menjaga Adam saat di rumah sakit, hanya mengetahui jika Adami Wilson menderita penyakit kelamin.

Saat penggeledahan, petugas BNN melakukan tes urine kepada Adami dan teman wanitanya. Barang yang disita diantaranya menyita sejumlah telepon seluler dan kartu ATM. Adami kembali dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Kita temukan HP di Lapas. Ada 3 buku rekening dan kartu ATM di RS," kata Kepala Humas BNN Sumirat di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap, Jalan Bromo Cilacpa.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(arb/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%