detikcom
Jumat, 14/09/2012 13:18 WIB

Foto Telanjang Dada akan Dirilis ke Publik, Kate Middleton Sedih

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
William & Kate (news.com.au)
Kuala Lumpur, - Kabar soal foto telanjang dada Kate Middleton rupanya telah sampai ke telinga wanita cantik itu dan suaminya, Pangeran William, yang kini tengah berada di Malaysia. Disebutkan bahwa Kate dan Pangeran William merasa sedih atas klaim yang dilontarkan tabloid Prancis bernama Closer tersebut.

"Mereka sangat sedih saat mengetahui soal rumor foto tersebut," tutur seorang sumber Kerajaan Inggris yang mendampingi Kate dan Will dalam kunjungannya ke Malaysia, seperti dilansir AFP, Jumat (14/9/2012).

"Insiden tersebut, jika memang benar adanya, maka akan mengingatkan kembali pada masa 15 tahun yang lalu," ujar sumber yang enggan disebut namanya tersebut.

Maksud pernyataan sumber tersebut merujuk pada sedemikian besarnya perhatian media terhadap mendiang ibunda Will, Putri Diana semasa hidup dan terjerat skandal perselingkuhan. Tahun 1997 silam, Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan mobil yang terjadi di Paris, Prancis, saat berusaha menghindari kejaran paparazzi.

Dengan adanya klaim soal foto setengah bugil ini, maka tidak diragukan lagi, perhatian media akan terus menyorot Kate. Terlebih, kali ini media Prancis juga yang melontarkan klaim soal publikasi foto setengah telanjang tersebut.

Dalam situsnya, tabloid berbahasa Prancis tersebut menampilkan culikan foto sampul yang akan diterbitkan besok (15/9) yang bertuliskan: "Foto yang tidak sabar untuk dilihat seluruh dunia, Duchess of Cambridge bertelanjang dada di sebuah teras wisma tamu." Jika memang benar tabloid 'Closer' merilis foto tersebut, tentu akan semakin menambah malu keluarga kerajaan terutama pasca skandal foto bugil Pangeran Harry, adik Pangeran William.

Pihak Kerajaan Inggris tengah menyelidiki foto tersebut untuk memeriksa keasliannya. Investigasi tersebut juga akan menentukan 'langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya' oleh Kerajaan Inggris.

Will dan Kate saat ini tengah dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah negara persemakmuran Inggris dalam rangka peringatan 60 tahun berkuasanya sang nenek, Ratu Elizabeth II. Kunjungan mereka selama 9 hari dimulai di Singapura dan kemudian ke Malaysia, lalu berlanjut ke Kepulauan Solomon dan Tuvalu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close