detikcom

Jumat, 14/09/2012 12:58 WIB

Rutan Guntur Milik TNI Jadi 'Rumah Baru' Bagi Tersangka Korupsi

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Rumah tahanan (Rutan) Guntur milik TNI yang berlokasi di Jakarta Selatan akan menjadi 'rumah baru' bagi tersangka korupsi. Nantinya, tahanan KPK akan diinapkan di Guntur selama proses penyidikan hingga vonis. KPK sudah menandatangani MoU dengan TNI.

"Iya sudah ada MoU, jadi KPK akan memakai Rutan POM yang ada di Jalan Guntur," kata Ketua KPK Abraham Samad saat berbincang, Jumat (14/9/2012).

Alasan penggunaan Rutan Guntur, selain terjamin keamanannya, Rutan yang ada di KPK pun sudah penuh. Jadi Rutan Guntur menjadi alternatif.

"Semua tahanan KPK, Rutan POM digunakan kerena Rutan di KPK sudah penuh semuanya," jelasnya.

Abraham menjelaskan, selain Rutan Guntur, semua Rutan milik POM bisa digunakan KPK. Yang pertama digunakan Rutan Guntur, dan Rutan itu pun kini tengah direnovasi. Rutan Guntur biasa digunakan untuk TNI yang melanggar pidana. Dahulu Rutan itu di masa orba, biasa digunakan untuk tahanan politik.

"Sekarang lagi dilakukan Renovasi, kemungkinan bisa menampung 25 tahanan," tegasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%