detikcom
Jumat, 14/09/2012 12:50 WIB

Djoko Susilo Tidak Hadiri Pelantikan Gubernur Akpol

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Semarang - Posisi Gubernur Akademi Kepolisisan (Akpol) yang sebelumnya diisi oleh Irjen Djoko Susilo, resmi diganti oleh Irjen Pol Anang Iskandar. Namun dalam pelantikan yang berlangsung di Semarang, Djoko Susilo tidak hadir dalam acara tersebut.

Kalemdikpol Polri, Komjen Pol Oegroseno, mengatakan tidak hadirnya Djoko Susilo karena sedang berada di Jakarta. Selain itu, Djoko Susilo sudah diwakilkan oleh Irjen Bambang Husadi yang menjabat sebagai Gubernur Akpol sementara.

"Ada masa transisi dan masa vakum. Karena Pak Djoko ditarik ke Mabes Polri, maka tugas-tugas dihandle Wagub," kata Oegroseno usai melantik Gubernur Akpol baru di kawasan Akpol Semarang, Jumat (14/9/2012).

"Sementara Pak Djoko masih sibuk di Jakarta dan sudah menyerahkan kepada pengganti sementara. Maka ini bisa dilaksanakan sertijab dengan pejabat baru," imbuhnya.

Tidak hadirnya Djiko di acara pelantikan, lanjut Oegroseno, tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya peristiwa pelantikan yang tidak dihadiri pejabat yang bersangkutan juga pernah terjadi 1985 lalu.

"Peristiwa ini bukan peristiwa luar biasa karena pernah terjadi tahun 1985. Jika pejabatnya pensiun, tugas khusus, atau tidak bisa meninggalkan tugas, maka diserahkan dulu kepada pengganti semantara," pungkas Oegroseno.

Sementara itu, Irjen Pol Anang Iskandar berjanji akan tetap menjadikan Akpol sebagai tempat wisata dan pertukaran antar taruna se-Asia Tenggara.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%