Detik.com News
Detik.com

Jumat, 14/09/2012 07:46 WIB

Diminta Pimpin Sumsel, Susno Duadji; Banyak yang Lebih Pintar dari Saya

Andri Haryanto - detikNews
Diminta Pimpin Sumsel, Susno Duadji; Banyak yang Lebih Pintar dari Saya Susno Duadji/detikcom
Jakarta - Sekelompok masyarakat di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), meminta Komisaris Jenderal (Komjen) Susno Duadji, untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumsel periode 2013-2018 mendatang. Namun, sang jenderal dan keluarga memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut.

Berita mengenai permintaan sekelompok warga di Prabumulih itu berawal ketika perjalanan pulang dirinya daari Pagaralam menuju Palembang, Minggu (2/9/2012) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB. Susno saat itu sempat berkunjung ke rumah rekannya yang ada di Prabumulih.

"Kebetulan di situ ada acara halal bihalal, tanpa diduga kehadiran saya disambut dengan pernyataan beberapa orang yang mengatasnamakan elemenmasyarakat Prabumulih yang meminta saya untuk maju dalam Pilkada Gubernur Sumsel 2013-2018," kata Susno dalam percakapan dengan detikcom, melalui pesan singkat, Kamis (13/9/2012).

Susno tidak langsung menerima permintaan para masyarakat itu. Dia meminta waktu kepada masyarakat agar memikirkan tawaran tersebut dan berkonsultasi dengan keluarga.

Satu Minggu berlalu, Susno memberikan jawaban kepada masyarakat yang memintanya untuk maju dalam Pilgub melalui kerabatnya yang tinggal di Prabumulih. Jawaban tentunya juga hasil dari kosnultasi dengan pihak keluarga. Apa isi jawaban tersebut?

"Intinya anak, isteri sangat berharap saya tidak mencalonkan diri dan tidak memangku jabatan publik," kata Susno.

Selain itu, dia beralasan keluarga sangat senang dengan kondisi tenang yang ada di tengah kondisi saat ini, terlebih sambil mengasuh cucu-cucunya. Tentunya kondisi tersebut sejalan dengan cita-citanya di hari tua.

"Keluarga sangat berbahagia dengan kondisi hidup tenang di tengah keluarga sambil mengasuh cucu-cucu," katanya.

"Masih banyak putera Sumsel yang jauh lebih pintar dan lebih hebat dari saya," imbuh mantan Kabareskrim Polri ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%