detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 03:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 14/09/2012 07:46 WIB

Diminta Pimpin Sumsel, Susno Duadji; Banyak yang Lebih Pintar dari Saya

Andri Haryanto - detikNews
Susno Duadji/detikcom
Jakarta - Sekelompok masyarakat di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), meminta Komisaris Jenderal (Komjen) Susno Duadji, untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumsel periode 2013-2018 mendatang. Namun, sang jenderal dan keluarga memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut.

Berita mengenai permintaan sekelompok warga di Prabumulih itu berawal ketika perjalanan pulang dirinya daari Pagaralam menuju Palembang, Minggu (2/9/2012) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB. Susno saat itu sempat berkunjung ke rumah rekannya yang ada di Prabumulih.

"Kebetulan di situ ada acara halal bihalal, tanpa diduga kehadiran saya disambut dengan pernyataan beberapa orang yang mengatasnamakan elemenmasyarakat Prabumulih yang meminta saya untuk maju dalam Pilkada Gubernur Sumsel 2013-2018," kata Susno dalam percakapan dengan detikcom, melalui pesan singkat, Kamis (13/9/2012).

Susno tidak langsung menerima permintaan para masyarakat itu. Dia meminta waktu kepada masyarakat agar memikirkan tawaran tersebut dan berkonsultasi dengan keluarga.

Satu Minggu berlalu, Susno memberikan jawaban kepada masyarakat yang memintanya untuk maju dalam Pilgub melalui kerabatnya yang tinggal di Prabumulih. Jawaban tentunya juga hasil dari kosnultasi dengan pihak keluarga. Apa isi jawaban tersebut?

"Intinya anak, isteri sangat berharap saya tidak mencalonkan diri dan tidak memangku jabatan publik," kata Susno.

Selain itu, dia beralasan keluarga sangat senang dengan kondisi tenang yang ada di tengah kondisi saat ini, terlebih sambil mengasuh cucu-cucunya. Tentunya kondisi tersebut sejalan dengan cita-citanya di hari tua.

"Keluarga sangat berbahagia dengan kondisi hidup tenang di tengah keluarga sambil mengasuh cucu-cucu," katanya.

"Masih banyak putera Sumsel yang jauh lebih pintar dan lebih hebat dari saya," imbuh mantan Kabareskrim Polri ini.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close