Jumat, 14/09/2012 06:15 WIB

66 Orang Selamat dalam Peristiwa Tenggelamnya KM Surya Indah di Kaltim

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda, - KM Surya Indah yang berangkat dari Dermaga Mahakam Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (13/9/2012) kemarin sekitar pukul 07.00 WITA, tenggelam di pedalaman Sungai Mahakam, Muara Pahu, Kutai Barat. Laporan sementara, 66 orang dilaporkan selamat, 11 orang hilang.

Keterangan diperoleh detikcom di kantor Dermaga Mahakam Ulu, Jl Pangeran Untung Surapati, informasi kejadian itu diterima pihak dermaga sekitar pukul 23.00 WITA. Dari Dermaga Mahakam Ulu, manifestasi penumpang tercatat mengangkut 40 orang penumpang, barang 10 ton dan kendaraan roda dua sebanyak 12 unit.

"Saya terima berita jam 1.30 WITA, penumpang selamat 51 orang, 1 orang meninggal dunia. Berita terakhir saya terima jam 2.30 WITA, penumpang selamat 66 orang, 11 hilang, 1 unit motor belum ditemukan," kata Kepala Dermaga Mahakam Ulu Sukarja, kepada wartawan di kantor Dermaga Mahakam Ulu, Jumat (14/9/2012).

Menurut dia, belum diketahui jelas penyebab tenggelamnya kapal rute Samarinda-Melak di Kabupaten Kutai Barat itu, lantaran belum mendapat keterangan dari ABK KM Surya Indah.

"KM Surya Indah saat berangkat dari Dermaga Mahakam Ulu, nakhoda bernama Herman dan Anto pukul 07.00 WITA hari Kamis kemarin. Kapal laik jalan," ujar Sukarja.

"Bertambahnya jumlah penumpang karena memang menuju Melak Kabupaten Kutai Barat, melalui sejumlah dermaga di Tenggarong dan Kota Bangun Kutai Kartanegara. Juga dermaga di Muara Muntai," tambahnya.

Sukarja menjelaskan, kapal itu memiliki kapasitas maksimal 96 orang penumpang dengan berat barang hingga 40 ton. Dia merinci, kapal mengantongi sejumlah dokumen penting terkait pelayaran yang masih berlaku.Next

Halaman 1 2
(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%