detikcom
Kamis, 13/09/2012 23:43 WIB

Jokowi Tak Pasang Spanduk Saat Kampanye Pilkada DKI Putaran II

Ahmad Toriq - detikNews
(Foto: Haryanto Batubara/detikcom)
Jakarta - Kampanye Pilkada DKI putara II akan dimulai Jumat (14/9/2012). Calon Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pihaknya tidak akan memasang spanduk dalam kampanye kali ini.

"Saya sudah meminta kepada tim sukses saya, tim relawan dan tim gerilyawan saya, untuk tidak memasang spanduk dan baliho di jalan-jalan selama kampanye," kata Jokowi saat hadir dalam acara Live Streaming Ngobrol Bareng Jokowi di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2012) malam.

Saat ditanya apa alasan tidak memasang spanduk atau baliho di jalan-jalan, Jokowi tidak memiliki alasan. "Ya pokoknya saya meminta supaya tidak memasang spanduk," ujar dia singkat.

Ketika disinggung apakah pihaknya juga tidak akan memasang iklan selama kampanye, Jokowi mengatakan iklan tetap ada. "Kalau iklan, akan tetap ada," jawab dia.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengaku optimistis bisa memenangkan Pilkada DKI. "Kalau dalam bekerja, saya selalu optimis," kata dia yang saat acara Live Streaming mengenakan baju kotak-kotak itu.

Di acara ini, Jokowi banjir pertanyaan dari pembaca detikcom. Karena keterbatasan waktu, Jokowi hanya menjawab sebagian pertanyaan pembaca.

Pertanyaan dari pembaca sangat beragam, dari soal solusi kemacetan, gelandangan, hingga cara menyelesaikan masalah bantaran Kali Ciliwung dan premanisme.


(asy/asy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel