detikcom
Kamis, 13/09/2012 20:54 WIB

Gunung Padang, 'Keajaiban' dari Situs Berusia 500 Tahun Sebelum Masehi

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Gunung Padang bukan sebuah piramida. Dosen Arkeologi UI Ali Akbar menyebutnya sebagai punden berundak. Bangunan yang sudah dia teliti ini memiliki sejumlah keunggulan bangunan. Diantaranya, struktur yang tahan gempa.

"Di Gunung Padang ada batu yang disusun tanpa perekat dengan ukuran batu yang berbeda. Di sela-sela rongga susunan batu itu diisi batu kecil untuk peredam gempa. Konstruksi tahan gempa hingga ribuan tahun," jelas Ali saat memberi kuliah di auditorium FIB UI tentang 'Masalah Prasejarah' di UI Depok, Kamis (13/9/2012).

Ali bercerita, ada 400-an anak tangga di sisi utara. Kanan dan kirinya pun banyak semak belukar. "Berdasarkan penelitian sejak 1979-2011, di Gunung Padang sudah diteliti mengenai situs itu, terdapat teras 1, 2, 3, 4, 5. Lahan di atasnya ada batu-batu yang sengaja disusun manusia disebutnya punden berundak," jelasnya.

Ali menuturkan, Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat itu sebenarnya merupakan objek wisata. Ada sumur di bawah, yang digunakan untuk bersuci sebelum naik ke atas. Jadi, dahulu siapapun yang ingin ke atas, mesti bersuci lebih dahulu dengan membasuh dengan air.

"Jadi situs itu penting jangan didiamkan lagi, sekarang sudah ketahuan potensinya. Kalau dibersihkan bisa sama kayak Borobudur. Borobudur dulunya kan semak belukar, setelah dibersihkan jadinya bagus," urainya.

Gunung padang masuk ke bangunan megalitik yang disusun dari batu-batu. Masuk dalam Kategori bangunan pemujaan kepada kekuatan alam, yang orientasinya ke Gunung Gede karena di sekitar sana Gunung Gede yang paling gede bangunan agama manusia waktu zaman itu.

"Situs Gunung padang luasnya 15 hektar, 10 kali luas candi borobudur. Cuma ketutup semak jadi agak susah melihatnya. Tingginya 100 meter 3 kali tinggi Borobudur yang hanya 30 meter. Usia gunung padang 500 tahun sebelum masehi," imbuhnya.

Ada lagi temuan yang menarik, terang Ali di hadapan ratusan mahasiswa, dalam jarak sekitar 4 Kilometer dari situs Gunung Padang ada pertambangan emas, dan pertambangan itu aktif sampai sekarang.

"Dalam lubangnya sekitar 400 meter. Tapi ini tidak berarti di Gunung Padangnya ada emasnya. Yang pasti di sekitar Gunung Padang ada tambang emasnya," tegas Ali yang ikut mengeskavasi Gunung Padang bersama tim Andi Arief.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(slm/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%