detikcom
Kamis, 13/09/2012 08:53 WIB

Ketua MUI: Imam Mahdi Itu Harus Keturunan Rasulullah

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Maraknya nabi palsu tak pelak membuat umat resah. Seorang tokoh agama yang selama ini diimami ternyata telah menggiring umatnya ke arah yang salah dengan berbagai motivasi, termasuk motivasi mengumpulkan duit dari umat. Di mana peran MUI dalam masalah ini? Berikut wawancara Bahtiar Rifai dari majalah detik dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma’ruf Amin:

Apa pendapat Anda tentang maraknya aliran sesat yang kembali muncul di Bogor dan Sukabumi?

Untuk aliran sesat itu kita sudah minta, baik MUI kabupaten maupun MUI provinsi, untuk melakukan penelitian dan verifikasi. Kalau masalahnya lokal, ternyata dia memenuhi unsur, kita ada kriterianya, tinggal dimuat saja oleh MUI kabupaten atau provinsi. Kalau menyangkut nasional, baru nanti MUI pusat memberikan tanggapan.

Tren mengaku nabi ini kok terus ada setiap tahun?

Ini sedang kita waspadai. Apakah ini memang ada orang yang aneh saja atau ada skenario dari kelompok tertentu yang ingin mengacaukan kita. Kita sedang teliti, sebenarnya bentuk seperti ini karena apa.

Bisakah diberikan sedikit gambaran tentang genealogi aliran sesat di Indonesia?

Kita melihat aliran sesat itu ada penyimpangan dari agama, dari Islam, kemudian ada fenomena mengaku nabi, membuat ajaran-ajaran yang menyimpang. Jadi ada beberapa model, dan kita sudah tidak sulit, karena kita sudah memiliki kriteria. Secara khusus belum, tapi secara umum mesti ditandai dengan orang yang mengaku nabi, memiliki ajaran yang menyimpang, kemudian ada penafsiran-penafsiran yang menyimpang dari penafsiran yang sudah baku, hingga terjadi pemahaman yang melenceng. Tanda sementara seperti itu.

***

Wawancara selengkapnya bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 41, 10 September 2012). Edisi ini mengupas tuntas maraknya aliran sesat dengan tema ‘Awas Imam Mahdi Palsu’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Di Balik Air Mata Angie’ Internasional ‘Duri Berjudul No Easy Day’, rubrik gaya hidup ‘Angkat Tumor Otak dengan Blue Ray’ berita komik ‘Mbah Wiji yang Malang’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Red Lights’, WKWKWK ‘Jokowi Ditegur Mega Gara-gara Makin Kurus’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Jangan lewatkan juga edisi khusus majalah detik Bom Depok untuk Siapa.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel