Rabu, 12/09/2012 17:08 WIB

Dubes Amerika Serikat di Libia tewas dalam serangan

BBCIndonesia.com - detikNews
Seorang pejabat Libia mengatakan kepada BBC bahwa Duta Besar Amerika Serikat John Christopher Stevens tewas dalam serangan di Konsulat AS di Benghazi, Libia, pada Selasa malam (11/09).

Pejabat tersebut mengatakan Duta Besar Amerika Serikat meninggal dunia karena kesulitan bernafas sebagai akibat dari serangan.

Kantor berita AFP mengutip Wakil Menteri Dalam Negeri Libia, Wanis al-Sharif, yang mengatakan Dubes John Christopher Stevens dan tiga pejabat tewas.

"Duta besar tewas bersama tiga pejabat lainnya," kata Wanis al-Sharif pada Rabu, 12 September.

Sejauh ini Amerika Serikat belum mengeluarkan reaksi atas berita kematian duta besarnya. Sebelumnya Amerika hanya memberikan konfirmasi bahwa seorang diplomatnya tewas dalam insiden.

Konsulat Amerika Serikat di kota Benghazi dibakar oleh orang-orang bersenjata yang membawa granat roket.

Kekerasan di Benghazi terjadi menyusul unjuk rasa di Mesir guna menentang hal yang disebut film Amerika yang menghina Nabi Muhammad.

Seorang pejabat Libia mengatakan Duta Besar Amerika Serikat untuk Libia, John Christopher Stevens, sedang dalam perjalanan ke tempat lebih aman setelah pemrotes menyerang kantor Konsulat AS.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengecam serangan terhadap Konsulat Amerika di kota kedua Libia, Benghazi.

"Serangan seperti itu tidak bisa dibenarkan," kata Haque.

"Sangat penting bagi pihak berwenang Libia untuk mengambil tindakan mendesak guna meningkatkan keamanan, khususnya di Benghazi, dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas serangan," tambahnya.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%